Temuan dan Rekomendasi Hasil Riset Raskin di Surakarta

Pada tahun 2011, Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Surakarta melakukan sebuah penelitian mengenai implementasi Program Raskin di Kota Surakarta. Penelitian tersebut dibagi dalam dua ranah. Ranah pertama adalah penelitian dalam menemukan pelaksanaan implementasi distribusi raskin. Ranah kedua adalah studi perbandingan peraturan perundangan dengan pelaksanaan lapangan.

Berikut ini adalah beberapa temuan dan hasil penelitian tersebut:

  1. Beras Raskin yang kurang/tidak layak dikonsumsi, seperti beras berbau apek, berkutu, pecah-pecah (mbubuk), berwarna coklat atau hitam, oleh penerima raskin ada yang dicampur dengan beras yang lebih baik, dijual/ditukar dengan beras yang lebih bagus dan ada juga yang langsung dijual (pada produsen karak, atau untuk campuran pakan ternak).
  2. Jumlah yang diterima oleh penerima, berkisar antara 5-10 Kg per RTS-PM. Hal ini dikarenakan jumlah Rumah Tangga Sasaran dengan jumlah warga miskin yang ada dalam satu wilayah ada perbedaan sehingga kuota Raskin pada daerah tersebut harus dibagi dengan yang tidak masuk data.
  3. Ada kenaikan harga tebus berkisar antara Rp. 100 sampai Rp. 500. Alasan tambahan tersebut antara lain untuk biaya plastik, biaya transportasi pengambilan ke Titik Distribusi (Kelurahan) serta ada yang digunakan sebagai kas warga
  4. Peraturan mengenai distribusi yang ada belum dapat menyelesaikan masalah teknis yang terjadi pada proses pembagian.
  5. Peraturan yang ada tidak mendukung pelaksanaan mekanisme komplain sehingga berdampak pada ketiadaan unit penanganan pengaduan pada tingkat kota dan kelurahan serta banyak warga yang tidak mengetahui hal tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, maka direkomendasikan kepada Pemkot Surakarta:

  1. RT/RW dilibatkan sebagai bagian dari tim/satker distribusi raskin di Surakarta. Hal ini akan lebih optimal dalam proses distribusi raskin.
  2. Satker Raskin selain melakukan distribusi juga bagian dari Unit Pengaduan di masing-masing wilayah
  3. Melakukan Transparansi data Rumah Tangga Sasaran Penerima  Manfaat ( RTS-PM) sampai di tingkat RT
  4. Menyediakan akses informasi kepada publik mengenai laporan pertanggungjawaban kepada penerima raskin setiap bulan pada papan pengumuman kelurahan
  5. Memperbanyak sosialisasi kebijakan raskin sampai pada tingkat RT
  6. Melakukan monev dengan melibatkan masyarakat (penerima raskin)

Oleh Tim Pelaksana Program SIAP 2 PATTIRO Surakarta

Gambar dari internet

Rokhmad Munawir

lebih lanjut tentang beliau sila kunjungi blog pribadinya di Rerasan dari Dusun

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *