Tarif parkir naik lebih dari 100%

Edisi : 16/09/2009, Hal.III
Laweyan (Espos)

Menjelang Lebaran tiba, tarif parkir di pusat-pusat perbelanjaan, naik lebih dari 100% dari ketentuan tarif yang diatur Peraturan Daerah No 6/2005 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kota Solo.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diminta segera menegur atau berkoordinasi dengan rekanan penyelenggara parkir umum itu.
Penegasan itu disampaikan Direktur Eksekutif Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Solo, Alif Basuki saat ditemui Espos, Selasa (15/9) di kantornya dan mantan anggota Komisi III DPRD Solo YF Soekasno yang memantau pelaksanaan lelang parkir secara terpisah.
Alif mengaku sudah membuktikan sendiri saat berkunjung di Solo Grand Mall (SGM) dan parkir di jalan raya sisi barat mal tersebut. Menurut dia, dalam kartu tanda parkir menyebut angka tarif parkir hanya Rp 500 dengan ketentuan untuk satu kali parkir dan maksimal selama satu jam. Namun dari pihak juru parkir, kata dia, ditarik senilai Rp 2.000/motor.
”Jelas kenaikan tarif itu mencapai 150%, dari tarif normal yang tertera dalam kartu tanda parkir senilai Rp 500/motor naik menjadi Rp 2.000/motor. Apa pun alasannya jelas ini bertentangan dengan Perda yang mengatur parkir umum itu. Juru parkir tidak bisa menaikkan tarif seenaknya, tanpa ada persetujuan dari instansi yang berwenang. Mestinya Pemkot bisa menegur adanya kenaikan tarif itu,” tegas Alif.
Mantan anggota Komisi III DPRD Solo, YF Soekasno mengungkapkan hal senada. Menurut dia, penentuan tarif parkir harus mengacu pada Perda yang ada, yakni Perda No 6/2005. Dia menerangkan, hari apa pun dan event apapun tetap menggunakan aturan Perda tersebut. Kalau ada juru parkir yang menerima sukarela dari konsumen, sambungnya, itu merupakan persoalan lain.
”Mestinya UPTD Perparkiran segera berkoordinasi dengan rekanan pengelola parkir tersebut, agar rekanan memberikan pembinaan kepada juru parkir. Karena setiap titik parkir umum diserahkan kepada rekanan pengelola parkir,” papar Soekasno yang sekarang kandidat tunggal Ketua DPRD Solo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Wakil Ketua Karang Taruna Penumping, Candra, saat ditemui wartawan, Selasa kemarin, mengatakan, pengelolaan parkir umum di SGM itu diserahkan kepada Karang Taruna Panumping sejak lama. Menurut dia, ada sebanyak 78 orang juru parkir yang bekerja dengan dua shift, siang dan malam.
Dia mengakui bahwa tarif parkir di kawasan SGM itu sengaja dinaikkan. Kenaikan tarif itu, kata dia, memang tanpa izin dari UPTD Perparkiran, melainkan merupakan kesepakatan kelompok juru parkir di kawasan itu.
”Memang dalam ketentuan tanda parkir ini hanya Rp 500/motor yang berlaku maksimal satu jam. Nah, sebagian besar konsumen yang parkir melebihi ketentuan itu. Oleh karenanya, kami memukul rata tarifnya menjadi Rp 1.000. Dan menjelang Lebaran ini menjadi Rp 2.000/motor. Kami memberikan pelayanan yang khusus bagi masyarakat, setiap masyarakat yang parkir pasti kami hafal, sehingga kemungkinan terjadi kehilangan cukup kecil.” – trh

Source:
http://www.solopos.co.id/sp_search_detail_tamu.asp?id=285092

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

2 Responses

  1. toni says:

    ada yg pernah dengar ngak kalau toni tjuatja cooperate affair secure parking yang paling getol mengajukan kenaikan tarif parkir ternyata pengidap hepatitis B… orang ngak bener yg punya anak haram dimana mana, anak keleleran di mana mana,mana perduli dengan kepentingan masyarakat wong anaknya sendiri ditelantarin… katanya anak anaknya terpencar pencar… cewek virginialistyanti putri di medan diasuh neneknya, vincent listyanto putra diasuh mantan isrtinya, terus ada anak anak haram lainya …. . . xoxoxoxo

    • Irfan says:

      untuk toni, saya belum pernah menemukan fakta tersebut. harap mencantumkan sumbernya, agar tidak dikiranya sebagai fitnah dan kebohongan publik…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *