“Yen luwe nggih nyuwun diuripi Pak Wali” (kalau lapar ya minta dihidupi Pak Walikota). Begitulah kalimat Mbah Narto Putri, yang sejak sebelum peristiwa Gestok (Gerakan Satu Oktober) telah memulai berdagang sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang ruas jalan yang … Lanjutkan
Arsip Penanda: pedagang kaki lima
Anggaran sektor PKL tidak ada, Fosminsa protes
Edisi : 12/5/2009, Hal.II Karangasem (Espos) Forum silaturahmi dan studi warga NU Kota Surakarta (FOSMINSA) memprotes tidak adanya anggaran untuk sektor pedagang kaki lima (PKL) dalam draf APBD 2010. Tujuh anggota Fosminsa, Jumat (4/12), pagi mendatangi Gedung Dewan menyampaikan aspirasi … Lanjutkan
Pemkot diminta berlakukan pajak progresif
Edisi : 10/28/2009, Hal.III Solo (Espos) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diminta merintis pemberlakuan kebijakan pajak progresif guna memacu realisasi pendapatan asli daerah (PAD). Pandangan tersebut dikemukakan akademisi Jurusan Sosiologi FISIP UNS, Dr Mahendra Wijaya dalam Workshop Mencermati Kebijakan Anggaran dan … Lanjutkan
Ironi PKL : Penyumbang Terbesar Pelayanan Minim
Pedagang Kaki Lima atau PKL sering dipandang sebelah mata oleh beberapa kalangan, akan tetapi sektor PKL ini menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Surakarta sebesar 18,5 Milyar per tahun dan sumbangan dari PKL ini jauh lebih besar dari yang disumbangkan … Lanjutkan
