Sudah Berseri, Tanpa Korupsi Masih Butuh Bukti

Edisi : 7/27/2009, Hal.V

Hari Kamis, 28 Juli 2005, Joko Widodo (Jokowi) dan FX Hadi Rudyatmo (Rudy) dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Solo. Tanggal bersejarah bagi wong Solo. Besok, Selasa (28/7), genap empat tahun mereka memimpin Pemkot. Bagaimana empat tahun kinerja Jokowi-Rudy? Berikut laporan tim Espos.
Peningkatan kesejahteraan, penyediaan pendidikan murah bahkan gratis bagi siswa SD dan SMP, peningkatan pelayanan kesehatan bahkan menjadikannya gratis. Memberikan lapangan kerja dan menciptakan peluang kerja seluas-luasnya dan mempersilakan masyarakat Solo menurunkan Jokowi-Rudy dari jabatan walikota dan wakil walikota jika ternyata mereka berdua tak mampu memenuhi janji-janji tersebut. Itulah janji-janji yang digulirkan Jokowi-Rudy selama masa kampanye Pilkada 2005. Empat tahun mereka bekerja, setidaknya satu tahun ini menjadi momentum untuk mengingatkan mereka atas janji yang telah terucap.
Berseri Tanpa Korupsi menjadi visi sekaligus slogan yang mereka usung. Melalui program penataan PKL, penataan hunian liar, tamanisasi kota, kesehatan dan pendidikan murah, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi defisit anggaran, jargon Berseri Tanpa Korupsi direalisasikan.
Realisasi visi Berseri Tanpa Korupsi secara nyata terkesan belum ada. Konsep Berseri setidaknya telah membuahkan hasil, sementara tanpa korupsi masih butuh bukti. Tanpa korupsi memang tak melulu diartikan tak ada kasus korupsi dalam pemerintahan.
Banyak harapan masyarakat yang menginginkan adanya realisasi ideal atas visi tersebut, yakni dengan adanya akuntabilitas, transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan, terutama berkaitan dengan kebijakan anggaran setiap tahunnya. Pakar Ekonomi UNS Drs Mulyanto ME menilai selama pemerintahan Jokowi-Rudy hanya menonjolkan birokrasi yang bersih, tetapi tanpa dibarengi dengan adanya sarana akuntabilitas dan sistem informasi keuangan daerah yang mendukung upaya transparansi kebijakan anggaran.
”Seperti sulitnya mengakses dokumen publik terkait dengan kebijakan anggaran, program kerja pemerintah, mulai dari rencana strategis (Renstra) sampai RPJM (rencana pembangunan jangka menengah-red). Mestinya ke depan, Pemkot Solo mulai membuat sistem informasi yang bisa diakses publik,” tegas Mulyanto yang diamini Direktur Eksekutif Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Solo, Alif Basuki saat ditemui Espos, Minggu (26/7).
Dengan ketersediaan informasi tersebut masyarakat dan DPRD bisa menjalankan fungsi monitoring yang sinergi dengan fungsi audit internal di eksekutif dan audit eksternal di BPK atau Badan Pemeriksan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Alif mengungkapkan, penjabaran visi Walikota itu juga tidak muncul dalam RPJM daerah, sehingga program-program pemerintah selama ini ada yang tidak nyambung. Agenda-agenda kegiatan yang ada, menurut dia, lebih pada penjabaran dari misi pemerintahan Jokowi-Rudy.
Dalam perspektif sosiologi perkotaan, kata Alif, Pemkot Solo belum banyak menyentuh masyarakat marginal atau pinggiran. Alif menemukan beberapa kegiatan yang tidak memiliki perencanaan yang matang, hal itu terbukti dengan banyaknya sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) setiap tahun dengan fluktuasi angka cukup tinggi.

Pembangunan fisik
Selama empat tahun pemerintahan Jokowi-Rudy lebih didominasi oleh kegiatan-kegiatan yang bersifat fisik, tetapi tanpa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi, terutama dari sektor informal. Mulyanto lebih memaknai bahwa pemerintahan Jokowi-Rudy ini masih memberikan prasarana dan sarana fisik, tetapi belum mendorong ekonomi masyarakat sektor informal.
Sejak tahun 2006-2009, menurut Mulyanto, angka pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lowongan kerja yang tersedia. Artinya jumlah pencari kerja lebih besar daripada lowongan kerja yang ada. Di samping itu, lanjutnya, banyak industri manufaktur yang belum tergarap, karena Pemkot disibukkan dengan aktivitas promosi kota.
Sosiolog dari UNS Solo, Drajat Trikartono, mengakui persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Jokowi-Rudy hingga setahun jelang akhir masa baktinya. “Di atas kertas, program-program pengentasan kemiskinan memang baik, namun saat di implementasikan ada ketidaksesuaian dengan karakter masyarakat, sehingga hasilnya tidak maksimal. Untuk itu, perlu dibuat sebuah grand design pengentasan kemiskinan yang berbasis pada kompetensi dan kekhasan komunitas di wilayah masing-masing.”
Oleh karenanya Wakil Ketua DPRD Solo Alqaf Hudaya menitipkan sejumlah PR untuk Jokowi-Rudy yang kemungkinan belum sepenuhnya terealisasi di akhir masa jabatannya. Alqaf menyebut penataan pedagang kaki lima (PKL) baru taraf berbenah. Meskipun keberhasilan dalam penataan PKL di Banjarsari terbukti, sambung dia, tetapi penataan PKL di sejumlah titik strategis perekonomian Solo belum tertata, seperti di Jl Slamet Riyadi, Coyudan dan sebagainya. ”Selanjutnya pengembangan Solo utara belum memiliki konsep jelas,” ungkapnya.
Alqaf juga menyinggung soal banyaknya pembangunan fisik yang tidak tuntas dan berakibat pada mubazirnya miliaran rupiah anggaran daerah, seperti Pasar Windujenar dan Kecamatan Pasar Kliwon.
PR masih menumpuk, target kerja masih pula dikejar. Tinggal 12 bulan, Jokowi-Rudy untuk merealisasikannya. Sekali lagi Berseri Tanpa Korupsi, masih butuh realisasi.

Jumlah Pengangguran

Tahun Bekerja Pengangguran Angkatan Kerja
2006 233.892 19.491 253.383
2007 260.680 26.770 287.450


Tahun Pencari Kerja Lowongan Penempatan Persentase
2006 8.687 5.690 1.473 16,96
2007 5.891 4.006 1.589 26,57
2008* 7.332 3.625 2.112 28,81

Keterangan* : (sampai bulan November)
Sumber : Disnaker Kota Solo

-Tim Espos

http://www.solopos.co.id/sp_search_detail_tamu.asp?id=278578

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

2 Responses

  1. joni says:

    mw tanya d kota solo ada ga ya pendidikan gratis stingkat smu ato smk..terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *