Solo International Performing Arts (SIPA) 2009

MENGAPA Solo dikenal sebagai Kota Budaya? Menjawab pertanyaan tersebut tentu haruslah menarik pula kompleksitas yang ada dalam dinamika kehidupan masyarakat pendukungnya. Sebab dari sanalah semuanya berawal dan dari sana pulalah sebutan itu kemudian terjaga.

Salah satu bagian dari kehidupan masyarakat yang memiliki kekuatan lebih dalam mendukung sebutan Kota Budaya adalah dinamika seni pertunjukannya (performing art). [singlepic id=61 w=320 h=240 float=left]Kedahsyatan kekuatan itu bisa ditelusuri dari intensitas pergelaran yang menurut sejarah memang sudah sedemikian dinamis sejak masa lampau.
Menyebut seni pertunjukan, di Kota Solo tak sekadar ada. Namun dari kuantitasnya yang cukup beragam dengan mencakup berbagai wilayah kesenian, seni pertunjukan bahkan telah menjadi daya hidup dari masyarakatnya. Bisa dikatakan sudah sedemikian mengakar dalam kehidupan kota.

Bukti betapa dunia seni pertunjukan telah mengakar dalam kehidupan kota diantaranya tertengarai pada kehidupan kantong-kantong seni yang ada. Tidak hanya yang dikelola oleh lembaga pemerintah atau pun swasta, namun bahkan juga telah merambah dalam wilayah masyarakat yang mandiri.

Kondisi yang demikian tentu menjadi aset yang tak ternilai bagi Kota Solo terkait dengan sebutan Kota Budaya. Dan untuk lebih memaksimalkan energi-energi itu maka dibutuhkan semacam ‘’terminal’’ untuk menyatukan semangat yang sama. Termasuk dengan mencoba merelasikan dengan seni pertunjukan dari luar daerah bahkan dari mancanegara.

Solo International Porforming Art (SIPA) 2009, adalah jawaban dari penyatuan semangat antar seni pertunjukan tersebut. Sebuah event berskala internasional yang di antaranya akan menyatukan semangat masyarakat pendukung seni pertunjukan untuk kemudian bersama membumikan Kota Solo sebagai Kota Budaya. ig9785vrx2

Informasi selengkapnya tentang SIPA 2009 silahkan kunjungi
www.sipafestival.org

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

1 Response

  1. entah berantah says:

    dengan event SIPA ini solo telah mampu membuat dirinya taft sebagai kota yang memang tidak main-main dengan strategi mindset nya sebagai kota budaya,mengapa tidak? bandingkan dengan jogja yang sangat sibuk sebagai kota seni lukis yang daya pelibatan masyarakat umum yang sangat minim (lebih ke masalah naik turunnya harga lukisan), solo lebih jauh dari masalah semacam itu, hebat! maju terus solo! engkau telah selangkah di depan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *