Siapkah Negara Memenuhi Kebutuhan Pangan Warga?

Secara sederhana kita sebagai makluk hidup tentu mengetahui bahwa salah satu syarat agar makhluk hidup untuk bisa bertahan hidup adalah terpenuhinya akan kebutuhan pangan. Begitu juga dengan manusia. Setiap orang memerlukan pangan untuk bisa mempertahankan hidupnya. “Yah…memamg pangan merupakan salah satu kebutuhan primer makluk hidup termasuk manusia”, Jelas Muhammad Dalhar, Pemateri dalam Bedah Buku di Pattiro Surakarta, Jumat 7 Desember 2012 yang berjudul “Pangan & HAM dalam Pembangunan, Bab 1 karangan Micael Windfuhr yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan dukungan dari TIFA”.

Permasalahan pangan saat ini mulai banyak dikeluhkan oleh masyarakat termasuk masyarakat di Indonesia. Untuk mendapatkan pemenuhan akan kebutuhan pangan saat ini mulai mendapatkan berbagai kendala. Salah satu kendalanya adalah semakin bertambah jumlah penduduk sementara lahan pertanian semakin sempit. Entah itu karena alih fungsi lahan menjadi perumahan atau bangunan yang lain. Ataupun semakin sedikitnya jumlah warga yang menjadi petani padahal kebutuhan pangan semakin melonjak naik.

Sementara masih belum adanya sosialisasi maupun penerapan yang benar atau sanksi yang tegas terhadap pelanggar undang-undang akan lahan abadi yang tetap dilindungi oleh Negara untuk pertanian itu juga akan menjadi masalah baru. Meskipun sudah ada undang-undang tentang lahan abadi di Indonesia akan tetapi pada prakteknya masih banyak individu maupun perusahaan yang melanggarnya. Maka tidak heran jika pemenuhan akan pangan semakin susah jika berbagai hal yang mendukung usaha pangan semakin diremehkan. Tidak adanya keberanian Negara untuk memberikan sanksi bagi para pelaku juga justru akan membahayakan dan akan menurunkan keeksisan keberadaan sumber pangan.

Pada saat ini saja banyak anak-anak petani yang tidak meneruskan orang tuanya menjadi petani jika sudah duduk sampai dibangku perguruan tinggi. “Hal ini bukan semata-mata karena factor sianak yang tidak mau menjadi petani tapi juga dipengaruhi oleh orang tua yang berharap kehidupan keturunannya lebih baik daripada orang tuanya yang jadi petani. Orang tua berharap anaknya tidak hanya menjadi petani tapi bisa mengambil profesi di bidang yang lainnya agar kehidupannya lebih baik. Dan juga dipengaruhi dengan adanya pandangan masyarakat bahwa menjadi petani itu terkesan kelas bawah sehingga membuat orang enggan untuk menekuni dunia pertanian”, tambah Arif”, PMII Solo.

Hal yang ditekankan dalam buku ini bahwa pangan merupakan salah satu Hak Asasi Manusia (HAM) yang seharusnya dipenuhi oleh Negara bukan semata-mata tanggungjawab individu atau keluarga saja. Maka berbagai kebijakan mengenai pangan Negara juga mempunyai kewajiban yang diharapkan cukup punya andil untuk bisa memenuhi hak-hak warganya.  Hak sendiri merupakan sesuatu yang harus didapatkan.  Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan. Maka hal yang diharapkan adalah adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban.

“Satu yang perlu diingat bahwa meskipun soal pangan itu tanggung jawab Negara tidak harus diwujudkan dalam pemberian pangan gratis kepada warganya. Hal ini justru akan membodohi masyarakat jika langkah yang diambil seperti itu, maka kebijakan-kebijakan Negara itu yang harus lebih ditekankan”, tambah Tohar, PMII Solo.

“Ya memang di buku ini disebutkan bahwa ada beberapa hal kewajiban Negara berkaitan dengan soal pangan dalam pembangunan. Pertama proteksi, kedua pemenuhan, ketiga penghormatan, keempat memfasilitasi dan kelima adalah menyediakan. Hal ini bisa berjalan baik jika ada kerjasama yang baik dari berbagai stakeholder yang terkait”, tambah Muhammad Dalhar.

Rokhmad Munawir

Kelahiran Klaten, 18 Desember 1980. Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Selain sebagai pelaksana program pada PATTIRO Surakarta juga aktif juga mengelola blog pribadinya di Rerasan dari Dusun serta aktif menulis di berbagai media massa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>