Peningkatan Kinerja PKMS Kota Surakarta

Kamis (10 Februari 2011), sejumlah kelompok masyarakat dan LSM di Kota Surakarta yang memiliki keterkaitan dengan isu kesehatan kota, berkumpul dan membincangkan isu-isu kesehatan. Diskusi bertajuk “Pengawasan Program dan Anggaran Kesehatan Dalam Rangka Penyusunan Usulan Program pada Diskusi Kelompok Terbatas (DKT) MUSRENBANG Kota Surakarta 2011” difasilitasi oleh FOSMINSA bekerjasama dengan Pattiro Surakarta.

gambar dari swaberita.comDiskusi ini diikuti oleh: Forum Koodinasi Kader Posyandu (FKKP), Forum Studi dan Silaturrahmi Warga Nahdlatul Ulama Surakarta (Fosminsa), Yayasan Kakak, LSM Spekham, PKL Pekarroso (Ronggowarsito), Pusat Pengembangan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kentingan, Konsorsium Monitoring dan Pemberdayaan Institusi Publik (KOMPIP) Solo.

Ada 3 isu yang mendapatkan pembahasan secara serius yaitu: (a) Peningkatan Kinerja Program PKMS, (b) Penanganan HIV & AIDS, (c) Peningkatan Dukungan Kelompok Pendukung (KP) IBU dan POSYANDU dalam kaitannya dengan ASI Eksklusif sebagai hak dasar anak.

Secera lebih rinci uraian pembahasan Peningkatan Kinerja Program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) adalah sebagai berikut. Diskriminasi layanan masih ditemukan dalam bentuk: (a) Masih dirasakan adanya kecenderungan diskirimasi pelayanan dan pemberian obat bagi pengguna PKMS, (b) Difable belum bisa mengakses Jamkesmas dan PKMS, (c) Masih terkendalanya informasi masyarakat terhadap akses PKMS dan Jamkesmas. Atas persoalan ini diusulkan: (a) Dinas Kesehatan kembali memberikan sosialisasi PKMS dan Jamkesmas kepada komunitas difable dan masyarakat luas dengan media yang lebih tepat sasaran, (b) Pembuatan Database difable untuk dapat mengakses pelayanan kesehatan. Permasalahan layanan bagi difable yang lainnya adalah: belum adanya asuransi alat bantu kesehatan bagi difable, belum ada pelayanan keliling untuk difabel. Komunitas mengusulkan program/kegiatan antara lain: Pemerintah memberikan anggaran untuk alat bantu difable, dan pelayanan kesehatan keliling (PUSKESLING) untuk komunitas difable.

Sampai saat ini, masyarakat juga masih merasa adanya penyimpangan terhadap pencari PKMS Gold yang kebanyakan sangat dekat dengan birokrasi walau sebenarnya tidak layak menerimanya, sehingga diusulkan pendataan yang valid terhdap pengguna PKMS Gold serta transparansi daftar penerima PKMS dan Jamkesmas. Dalam praktek layanan, masyarakat juga mengaku kesulitan masuk rumah sakit serta obat non-generik harus membayar sendiri. Rekomendasi yang diusulkan adalah agar prosedur akses PKMS ke RS dipermudah, serta peningkatan daftar obat yang dicover PKMS.

Persoalan yang juga ditemukan adalah tidak transparannya rumah sakit penyedia layanan dalam penggunaan klaim PKMS. Hal itu ditemukan dalam bentuk permintaan tanda tangan pasien pada kwitansi total biaya yang akan diklaim ke PKMS (Pemkot) tanpa dilampiri bukti-bukti pengeluaran, dan ketika diminta, pihak rumah sakit menimpali dengan jawaban “itu data milik Pemerintah kota”. Dampak kelanjutan atas persoalan ini adalah alokasi PKMS yang selalu kurang (jebol) pada setiap tahunnya. Untuk menjawab persoalan ini diusulkan Penyadaran Masyarakat (kesadaran teliti dan cermat menandatangani klaim), Kampanye preventif –sehat tanpa masuk rumah sakit, adanya kebijakan pemkot kepada rumah sakit penyedia layanan untuk mentransparansikan ajuan klaim PKMS/Jamkesmas, update posisi biaya secara rutin dan online, serta publikasi data pasien PKMS dan Jamkesmas.

Aksesibilitas pelayanan di (Sekretariat) Dinas Kesahatam Kota Surakarta bagi difable juga masih terhambat infrastuktur. Karenanya diusulkan agar Dinkes melakukan reformasi Sistem layanan yang aksesibel dan bekualitas. Namun bukan hanya terbatas pada sarana fisik namun juga pada layanan keterbukaan informasi publik.

Oleh : Ahmad Rofik
Pegiat Pattiro Surakarta (Koordinator Program CSIAP Kota Surakarta)

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *