Pemkot diminta berlakukan pajak progresif

Edisi : 10/28/2009, Hal.III
Solo (Espos)

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diminta merintis pemberlakuan kebijakan pajak progresif guna memacu realisasi pendapatan asli daerah (PAD).
Pandangan tersebut dikemukakan akademisi Jurusan Sosiologi FISIP UNS, Dr Mahendra Wijaya dalam Workshop Mencermati Kebijakan Anggaran dan Program Pemerintah Daerah dalam upaya Penanggulangan Kemiskinan di Kota Solo tahun 2010 garapan Pusat Telaah dan Kajian Regional (PATTIRO) Solo dan The Asia Foundation di Hotel Solo Inn Solo, Senin (26/10).
”PAD Kota Solo kuat bisa terwujud bila memberlakukan sistem pajak progresif. Setidaknya hal ini sudah harus mulai dipikirkan atau diarahkan menuju ke sana oleh Pemkot Solo,” ujarnya.
Dia menilai tanpa action atau langkah demikian akan sulit bagi Pemkot untuk pacu PAD dari pos pajak. Namun demikian dia mengakui, kebijakan tersebut akan menimbulkan respons pro-kontra dalam masyarakat.

Kesadaran kurang
Mahendra menjelaskan, sistem pajak progresif adalah tarif pungutan pajak dengan persentase yang naik sesuai dengan semakin besarnya jumlah yang dijadikan dasar pengenaan pajak.
Pemikiran Mahendra mendapat tanggapan dingin Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Solo, Untoro, yang sebelumnya sempat bertugas di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Solo.
”Kesadaran wajib pajak (WP) masih kurang. Dulu saya sempat kesulitan menarik pajak. Contoh tak sedikit pedagang kaki lima (PKL) yang menghindari membayar retribusi Rp 1.000 dengan berbagai alasan,” katanya.
Pada bagian lain, Direktur Pusat Telaah dan Kajian Regional (Pattiro) Solo, Alif Basuki mengaku setuju dengan wacana penerapan pajak progresif di Solo. Menurutnya opsi tersebut cukup realistis guna merealisasi peningkatan PAD. Apalagi menurutnya selama ini masih banyak potensi pajak yang belum tergarap optimal.
”Bagus itu. Harusnya memang intensifkan pajak dan menekan pemasukan dari retribusi. Ini merupakan terobosan tepat mengingat Solo merupakan kota jasa,” katanya.
Alif melanjutkan, realisasi PAD Solo tahun 2009 tercatat 106.759.419.000 dimana konstribusi sektor pajak Rp 49.725.000.000 dan retribusi daerah Rp 37.483.907.000.
Saat ditanya mengenai kemungkinan dampak sistem pajak progresif terhadap iklim investasi, menurut dia bisa saja terjadi. Untuk itu dia menyarankan dilakukan pemetaan potensi-potensi pajak termasuk para wajib pajaknya. ”Menurut saya dalam waktu dekat ini pun pajak progresif sudah bisa diterapkan di Solo. Tinggal bagaimana Pemkot menyikapi hal ini,” tandas dia. – kur

Source:
http://www.solopos.co.id/sp_search_detail_tamu.asp?id=290263

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *