Pemkab perlu rampingkan pegawai ”Efisiensi anggaran harus dilakukan”

Edisi : 10/12/2009, Hal.VIII
Boyolali (Espos)
Pemerintah Kabupaten Boyolali harus melakukan efisiensi anggaran dalam penyusunan APBD 2010 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan visi dan misi RPJMD yang akan berakhir tahun depan.
Pemkab juga harus lebih selektif dalam menentukan program yang perlu mendapat prioritas. Hal ini dikemukakan oleh Alif Basuki, pegiat Pusat Telaah Informasi Regional (Pattiro) dalam sebuah diskusi menyangkut penyusunan APBD 2010 di kompleks Pemkab Boyolali, Sabtu (10/10). Tren negatif kondisi keuangan daerah dari tahun ke tahun sejak 2007 menunjukkan semakin beratnya upaya Pemkab untuk menyejahterakan rakyatnya.
Semakin menurunnya alokasi untuk belanja langsung ini salah satu akibat yang ditimbulkan dari besarnya alokasi belanja pegawai yang tidak diimbangi dengan penambahan alokasi dana perimbangan.
Salah satu upaya untuk mengurangi ketimpangan tersebut, menurutnya, Pemkab harus menunda belanja barang dan jasa yang tidak prioritas. Di antaranya pengadaan mobil dinas dan efisiensi dalam pembelian alat-alat kantor. Meminimalkan perjalanan dinas yang tidak diprioritaskan, mengubah standar indeks harga pembelian barang dan besarnya honorarium dalam belanja pegawai. Selain itu memangkas alokasi anggaran usulan SKPD yang lebih berorientasi untuk rapat, maupun program-program sifatnya tidak jelas output dan capaian kinerjanya.
Sementara itu Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Boyolali , Thontowi Jauhari, dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemkab antara lain Sekda Daryono itu mengkritik kebijakan anggaran setempat.
Anggaran untuk keperluan pejabat mendapat prioritas ketimbang untuk keperluan masyarakat.
”Seharusnya jika Pemda mau serius, perlu dilakukan perampingan kembali pegawai, SOTK perlu dibenahi. Karena hal ini merupakan sumber pembengkakan anggaran.”

Tabel Pendapatan dan Belanja Pemkab Boyolali 2007 – 2010

Pendapatan (dalam rupiah)

Sumber Pendapatan 2007 2008 2009 PPAS 2010
PAD 67.461.523.228 58.623.725.000 64.838.707.000 66.998.807.000
Dana Perimbangan 602.054.731.837 670.915.455.000 687.626.439.000 720.800.000.000
Lain-lain pendapatan yang sah 38.466.484.123 39.306.582.000 68.080.551.000 39.658.000.000
Total 707.982.739.188 768.845.762.000 820.831.297.000 827.447.807.000

Belanja

Belanja Langsung

2007 299.008.718.805
2008 290.723.572.000
2009 221.417.964.000
PPAS 2010 200.000.000.000

Belanja tidak Langsung

2007 439.396.750.543
2008 555.024.058.000
2009 620.978.907.000
PPAS 2010 670.414.807.000

Total

2007 738.405.469.348
2008 845.747.630.000
2009 842.396.871.000
PPAS 2010 870.414.807.000

Ket: *PPAS: Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara *PAD: Pendapatan Asli Daerah Sumber: PATTIROKaled Hasby Ashshidiqy

Source
http://www.solopos.co.id/sp_search_detail_tamu.asp?id=288147

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *