Pattiro: Walikota-Wawali baru harus berparadigma cari uang

Edisi : 10/21/2009, Hal.III
Laweyan (Espos)
Pusat Telaah Informasi Regional (Pattiro) Solo mendorong siapa pun yang menjadi walikota/Wawali untuk periode 2010-2015 mendatang harus memiliki paradigma peningkatan pendapatan daerah atau mencari uang melalui setiap program yang digulirkan. Paradigma ini diharapkan harus dimiliki bakal calon Walikota/Wawali yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2010.
Penegasan itu disampaikan Koordinator Program Pattiro Solo, Setyo Dwi Herwanto saat ditemui wartawan, Selasa (20/10), seusai menyampaikan surat untuk audiensi dengan DPRD Solo di Gedung Dewan, Karangasem, Laweyan Solo. Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang dipimpin Joko Widodo saat ini ada beberapa kelemahan. Dia menguraikan, di antaranya tentang beberapa program yang lebih mengedepankan pada alokasi belanja dari APBD. Sedangkan program peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), ujarnya, ada yang bertumpu pada retribusi daerah.
”Dengan paradigma pendapatan atau cari uang, orientasi pendapatan daerah bukan bertumpu dari retribusi, melainkan pajak daerah. Justru besaran retribusi semakin diturunkan seiring dengan kemajuan pelayanan publik. Sedangkan pajak merupakan bentuk pelayanan lebih yang diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak-banyaknya
Di samping itu, lanjut Setyo, realisasi paradigma itu dijalankan atau belum bisa dilihat dari realisasi program lainnya, seperti program pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur, antara kebutuhan dasar masyarakat dengan kebutuhan tersiernya. Dia mencontohkan, seperti apakah semua infrastruktur jalan sudah baik semua, dan perlukah ada pembangunan taman kota.
Sementara itu, Walikota Joko Widodo saat ditemui wartawan masih tak bersedia memberikan banyak komentar tentang rencananya dalam Pilkada mendatang. Dia menyatakan, mendorong munculnya calon independen yang didorong oleh kelompok-kelompok masyarakat, termasuk munculnya wajah-wajah baru dari partai politik. ”Saya selalu mendorong siapa pun, entah dari independen atau entah Parpol untuk ikut memberikan dinamika politik lokal di Kota Solo. Tidak ada rival atau kompetisi dalam rangka membangun demokrasi di kota ini. Semakin banyak calon yang muncul, maka semakin baik untuk demokrasi di kota ini. Dari Parpol atau dari independen, sebanyak-banyaknya semakin baik.”
Di bagian lain, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menyatakan, DPC akan melakukan konsolidasi untuk sosialisasi Surat DPP PDIP Nomor 424 tentang petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksana (Juklak) Pilkada di Sekretariat DPC PDIP, Ngoresan, Laweyan, Kamis (22/10) besok. – trh

Source:
http://www.solopos.co.id/sp_search_detail_tamu.asp?id=289331

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *