Pattiro ingatkan Dewan soal TKI (Tunjangan Komunikasi Intensif)

Edisi : 12/09/2009, Hal.III

Laweyan (Espos)
Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Solo mengingatkan anggota Dewan periode 2004-2009 yang masih memiliki tunggakan pengembalian Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) dan biaya penunjang operasional pimpinan (BPOP), atas adanya Surat Edaran Mendagri No 700/08/SJ tertanggal 5 Januari 2009 tentang Tunggakan Pengembalian TKI.
Direktur Eksekutif Pattiro Solo Alif Basuki kepada Espos, Kamis (10/9), mengungkapkan, berdasarkan SE itu, pengembalian tunggakan TKI dilakukan paling lambat satu bulan sebelum masa bakti habis. Namun Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia (Adeksi), ADPSI dan ADKASI, justru berupaya melakukan judicial review terhadap peraturan di atasnya, yakni PP 21/2007.
”Hasil kerja tuntutan Adeksi, ADPSI dan ADKASI kemudian melahirkan SE Mendagri No 555/3032/SJ tertanggal 18 Agustus 2009 tentang Pengembalian TKI dan BPOP dan anggota Dewan. Sebagaimana penjelasan di poin ke-3 atas SE Mendagri itu, dengan surat ini maka ketentuan angka 3 pada SE Mendagri 700/2009 Apabila sampai batas waktu yang ditetapkan dalam PP 21/2007 dan Permendagri 21/2007, Pimpinan dan anggota DPRD terkait yang belum juga melunasi penyelesaiannya, dilimpahkan kepada aparat penegak hukum dinyatakan tidak berlaku,” tegasnya.
Alif menyatakan, SE Mendagri 555/2009 yang menghapus ancaman bagi DPRD yang belum mengembalikan TKI dan BPOP merupakan upaya melindungi DPRD sekaligus upaya sistematik untuk mengemplang uang rakyat. Selain itu, kebijakan SE Mendagri 55/2009 dinilai tidak konsisten dan tidak selaras dengan aturan hukum di atasnya.
”Sebuah SE mengalahkan PP, antara satu SE dengan SE lain tidak sinkron, sehingga berdampak pada munculnya ketidakpastian hukum dan pada jebakan terbaru bagi anggota Dewan,” ujarnya. – trh

Source:
http://www.solopos.co.id/sp_search_detail_tamu.asp?id=284677

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *