Pameran Foto “Membidik Wajah Pelayanan Publik”

UU No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik menjamin hak masyarakat untuk berpartisipasi cukup luas dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Masyarakat berperan dalam penyusunan standar pelayanan, pengawasan hingga pemberian penghargaan. Masyarakat juga berhak membentuk kelompok pengawas pelayanan publik. Sementara itu penyelenggara pelayanan publik wajib melibatkan masyarakat di dalam berbagai proses pelayanan publik.

Kehadiran UU ini merupakan peluang bagi masyarakat untuk melakukan pengawasan dan menuntut pemenuhan dan perbaikan pelayanan publik yang adil dan berkualitas. Masyarakat penting untuk terus aktif bersuara, mengawasi dan menuntut dengan cara yang baik dan sesuai koridor kebijakan yang ada. Budaya akuntabilitas harus selalu ditumbuhkan di dalam diri kita agar sensitivitas kita terasah untuk aktif melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. Dari sinilah perubahan perlahan akan terjadi sembari terus menyiapkan dan memilih pemimpin yang berorientasi kepada kepentingan rakyat dan mampu melakukan perubahan nyata.

IMG-20140124-00691Guna mendukung tujuan tersebut, PATTIRO Surakarta yang didukung oleh YAPPIKA dan juga jaringan yang tergabung dalam MP3 (Masyarakat Peduli Pelayanan Publik) di enam daerah yang saat ini bergabung dalam program SIAP 2, ingin meneruskan untuk mengaktivasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat guna menumbuhkan budaya akuntabilitas terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melakukan kompetisi foto tentang pelayanan publik di 6 kota/kabupaten.

Foto merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk memperlihatkan realitas sesungguhnya dari pelayanan publik kita. Memotret adalah salah satu cara masyarakat untuk melakukan pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik kita. Hal ini menunjukkan bahwa melakukan pengawasan pelayanan publik tidak hanya melalui jalur-jalur lobi kebijakan atau advokasi kasus, namun melalui foto kita bisa mengingatkan semua pihak terutama pemerintah tentang realitas pelayanan publik kita.

Kompetisi foto telah selesai dengan jumlah foto yang masuk mencapai 1.500 foto dari seluruh Indonesia. Pada saat ini telah terpilih 60 foto yang menjadi nominasi yang akan dipilih 10 foto sebagai pemenang. Sebanyak 60 foto nominasi tersebut akan dipamerkan pada agenda Pameran Foto “Membidik Wajah Pelayanan Publik Kita” di enam kota/kabupaten dimana salah satunya adalah Kota Surakarta.

Rokhmad Munawir

lebih lanjut tentang beliau sila kunjungi blog pribadinya di Rerasan dari Dusun

You may also like...

1 Response

  1. John says:

    Foto merupakan salah satu cara yang cukup efektif dalam melakukan pengawasann pelayanan publik, menggunakan foto semua warga dapat menuntut akuntabilitas pelayanan dan melaporkan pelanggaran yang terjadi kepada atasan petugas atau lembaga berwenang dan mempunyai bukti otentik…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *