Klaten – Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten tengah menata desanya menuju masyarakat ekonomi mandiri. Salah satunya dengan budidaya cacing dan belut.
Dengan pembangunan ekonomi melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Suri Tauladan, warga Desa Sidowayah diberi pelatihan untuk membudidayakan cacing pipih (Lombrikus) sebagai pendukung dalam berbudidaya belut air jernih.
Bibit cacing yang didatangkan dari Semarang ini nantinya dibudidayakan sebagai pakan belut. Sedangkan untuk budidaya belut sendiri, kelompok ini sudah menyiapkan kolam air jernih.
Anggota KSM Suri Tauladan Desa Sidowayah, Sony Laksono kepada Timlo.net, Jumat (23/12) menerangkan, budidaya cacing pipih ini diperlukan media berupa kotoran kerbau atau dengan limbah pohon aren (sisa pabrik pembuatan mie soun).
“Setelah siap, bibit cacing ditaburkan kedalam bok. Selang tiga bulan, cacing akan tumbuh dan berkembangbiak dengan pesat. Setiap satu kilogram cacing rata-rata bisa menghasilkan antara tiga hingga empat kilogram,” jelasnya.
Saat ini, kata dia, sudah ada 300 bok yang dikelola kelompok. Dari hasil budidaya cacing ini kemudian disalurkan ke warga untuk dikembangbiakkan lagi. Setiap kepala keluarga (KK) diberikan lima kilogram cacing. Saat ini sudah ada 10 KK yang mulai membudidayakannya.
“Cacing hasil peliharaan warga ini rencananya akan digunakan untuk membudidayakan belut air jernih. Langkah ini guna mewujudkan Desa Sidowayah sebagai kampung belut,” ujar Sony.
Sementara itu, Kepala Desa Sidowayah, Hapsoro mengatakan, digalakkannya budidaya belut dan cacing merupakan bantuan modal dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Pedesaan sebesar Rp 27 juta.
“Kedepan, setiap warga akan mengembangbiakkan belut ini di rumah masing-masing dengan media air jernih. Setelah berhasil nantinya kedepan juga akan dikembangkan untuk produksi keripik belut,” imbuh Hapsoro.
Source :
http://www.timlo.net/baca/16932/desa-sidowayah-bersiap-menuju-kampung-belut/
Tulisan Terkait :
- Tidak Ada Artikel Terkait
