Meningkatkan Kemampuan Posyandu Melayani Ibu dan Balita

IMG_5025Pelayanan posyandu di banyak desa di Kabupaten Bojonegoro, berjalan kurang optimal dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan. Sehingga pada umumnya, setiap posyandu desa belum menjalankan layanan lima meja secara optimal. Pelayanannya hanya sebatas penimbangan dan adanya PMT dan itupun tidak semuanya melakukan pada tiap bulan. Kehadiran bidan pun masih terbatas saat pemberian imunisasi, vitamin, dan obat-obatan. Posyandu juga menunjukkan keterbatasan sumber daya manusia.

Yayasan PATTIRO Surakarta menggagas untuk mendorong entitas kelembagaan posyandu untuk mampu dan aktif memberikan pelayanan optimal bagi ibu (hamil dan memiliki balita) dan balita di wilayahnya.

Beberapa upaya yang dilakukan adalah diantaranya adalah

  • Mendorong posyandu membuat perencanaan dan evaluasi pra dan pasca layanan. Para fasilitator pendamping yang setiap bulan mengajak para kader melakukan diskusi perencanaan dan evaluasi sebelum dan sesudah pelayanan posyandu dilaksanakan. Hal ini dilakukan dalam rangka membuat rutin pelayanan dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di desa. Pada beberapa bulan setelah model ini dilakukan, para kader sudah mulai terbiasa melakukan perencanaan dan evaluasi, seperti merencanakan PMT apa yang akan diberikan serta membagi peran kader pada meja layanan secara rotasi.
  • Mendorong posyandu memulai mencatat pada buku administrasi posyadu agar pencatatannya rapi dan datanya dapat dipantau dengan baik. Dengan pantikan studi banding ke beberapa posyandu di Kota Surakarta, para kader mulai mempraktekkannya.Mendorong posyandu memberikan pelaporan kepada TP PKK Desa.
  • Data catatan adminitrasi posyandu seharusnya dilaporkan kepada TP PKK Desa sebagai pembinan Posyandu. Selama ini tidak pernah dilakukan karena catatan administrasi dlakukan oleh bidan dan bidan tidak menyampaikann ke Desa namun ke Puskesmas. Dalam program ini, para posyandu mulai menyadari, terutama pasca studi banding, bahwa Pembina langsung Posyandu adalah TP PKK Desa, sehingga perlu memberikan laporan agar TP PKK Desa juga dapat mengetahui perkembangan kesehatan di masyarakat dan kebutuhan posyandu. Harapannya adalah TP PKK Desa dapat membuat laporan juga ke Desa dan dijadikan bahan dalam musyrawarah desa.Guna mengawalinya, PATTIRO Surakarta membuat beberapa buku catatan administrasi yang diadopsi dan diringkas dari model pencatatan di Surakarta dan juga pencatatan di Desa Gayam (Bojonegoro)
  • Mendorong kader Posyandu memetakan kebutuhan dan mendialogkan dalam pertemuan desa. Dalam pertemuan serial klaster desa, para kader mulai melakukan pemetaan kebutuhan mereka dan mencoba membuat rekomendasi dari pertemuan tersebut. Program ini memfasilitasi forum Rembug Kesehatan Desa yang menghadirkan para stakeholders desa. Para perwakilan kader posyandu mulai mempresentasikan apa yang menjadi kebutuhan mereka, dan meminta komitmen dari pemerintahan desa untuk lebih memperhatikan kebutuhan posyandu. Diantaranya adalah kebutuhan adanya sarana prasarana, alat peraga edukasi, dana stimulant PMT.Desa Gayam pada Oktober 2015 pasca dialog ini memberikan APE (Alat Peraga Edukasi) kepada seluruh posyandu di desanya yang dapat digunakan oleh balita ketika mereka sedang menunggu antrian layanan di posyandu. Ini menunjukkan bahwa upaya berdialog dengan para stakeholders desa ini membuahkan hasil.

Rokhmad Munawir

lebih lanjut tentang beliau sila kunjungi blog pribadinya di Rerasan dari Dusun

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *