Menilai Integritas dan Akuntabilitas Program Raskin

Penyaluran RASKIN (Beras untuk Rumah Tangga Miskin) sudah dimulai sejak 1998. Krisis moneter tahun 1998 merupakan awal pelaksanaan RASKIN yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga terutama rumah tangga miskin. Pada awalnya disebut program Operasi Pasar Khusus (OPK), kemudian diubah menjadi RASKIN mulai tahun 2002, RASKIN diperluas fungsinya tidak lagi menjadi program darurat (social safety net) melainkan sebagai bagian dari program perlindungan sosial masyarakat.

Program Raskin telah mengalami beberapa kali penyesuaian, namun efektivitasnya masih diperdebatkan. Penilaian keberhasilan program tidak dapat dilakukan secara parsial karena Raskin merupakan sebuah kesatuan program untuk menyampaikan beras bersubsidi kepada rumah tangga miskin, sehingga diperlukan sebuah penilaian yang cukup komprehensif dari berbagai sudut pandang pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, service provider (penyedia jasa layanan) serta penerima manfaat dan masyarakat luas.

Salah satu metode penilaian yang dikembangkan oleh PATTIRO adalah dengan Audit Sosial yakni sebuah metode untuk mengukur, melihat dan menganalisa  secara silang antara pola RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) dengan INTEGRITAS DAN AKUNTABILITAS program yang dituangkan dalam bentuk skoring 1 (satu) sampai 4 (empat) dimana semakin besar skornya maka semakin ideal.

Komponen integritas yang dinilai adalah availabilitas (berkaitan dengan kecukupan peraturan); enforcement (pada pelaksanaannya seperti apa) dan akses (berkaitan dengan kemampuan atau masyarakat dan penerima manfaat dalam mengakses informasi serta program). Sedangkan rantai nilai (value chain) yang dinilai adalah pada sisi transfer, distribusi, pelaporan dan mekanisme komplain.

Model penilaian ini (audit sosial) tentang program raskin di Kota Surakarta, dilaksanakan oleh PATTIRO Surakarta pada 18-19 Januari 2012 lalu, dengan menghadirkan aktor-aktor kunci dalam proses distribusi raskin di Surakarta yakni Tim Koordinasi Raskin Kota Surakarta, Tim Raskin Kelurahan dan Kecamatan (pelaksana distribusi), LSM, Ormas dan penerima manfaat.

Dalam agenda tersebut dilakukan penilaian melalui scoring, akan tetapi hasil akhir diharapkan bukan hanya menitikberatkan pada skor yang dihasilkan akan tetapi lebih pada kesepahaman stakeholders dalam memberikan argumentasi dalam memberikan skor, sehingga argumentasi-argumentasi tersebut dapat menguatkan skor yang dihasilkan serta sebagai bagian dari masukan guna perbaikan kebijakan dan implementasinya. (Hasil penilaian dan catatan dapat dilihat dengan klik pada gambar disamping).

Harus diakui bahwa perbedaan persepsi dan tarik ulur kepentingan antar stakeholders yang terlibat dalam agenda audit sosial ini cukup besar. Hal ini sebenarnya wajar karena adanya perbedaan tingkat ekspektasi peserta yang terlibat.

Rokhmad Munawir

Kelahiran Klaten, 18 Desember 1980. Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Selain sebagai pelaksana program pada PATTIRO Surakarta juga aktif juga mengelola blog pribadinya di Rerasan dari Dusun serta aktif menulis di berbagai media massa.

You may also like...

Berikan Komentar

Surel tidak akan kami publikasikan. Harus diisi *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>