Mendorong Keberfungsian Kelas Ibu Hamil

Kelas Ibu Hamil di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro

Kelas Ibu Hamil di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro

“Bisa ngobrol dan berbagi antar sesama ibu hamil tentang masalah kehamilan”, demikian diungkapkan salah satu ibu hamil peserta kelas ibu hamil di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, pada saat ditanyakan mengapa tertarik ikut kelas ibu yang diselenggarakan oleh posyandu setempat.

Di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, dari 12 desa yang ada, Desa Mojodelik merupakan salah satu desa yang kelas ibunya aktif dilaksanakan. Pelaksanaan kelas ibu setiap bulan sekali.

Hasil penelitian PATTIRO Surakarta pada bulan Agustus 2015 tentang keberfungsian kelas ibu hamil dan peran kader posyandu dalam upaya promotif kepada ibu hamil menunjukkan bahwa hanya ada 3 (tiga) desa dari 12 (dua belas) desa di Kecamatan Gayam yang aktif menyelenggarakan kelas ibu setiap bulannya, yakni Desa Mojodelik, Desa Brabohan dan Desa Sudu.

Kelas ibu hamil adalah kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 4 s/d 36 minggu (menjelang persalinan) dengan jumlah peserta maksimal 10 orang. Di kelas ini para ibu hamil akan belajar bersama, diskusi dan tukar menukar pengalamam tentang kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh dan sistematis serta dapat dilaksanakan secara terjadwal dan berkesinambungan. Kelas ibu hamil difasilitasi oleh bidan atau tenaga kesehatan dengan menggunakan paket Kelas Ibu Hamil yaitu Buku KIA, Flip Chart (Lembar Bolak-Balik), Pedoman Kelas Ibu Hamil, Pegangan Fasilitator dan Senam Ibu Hamil (Sumber: Buku Pedoman Kelas Ibu Hamil, Terbitan Kementerian Kesehatan, 2013).

CAM00182

Bidan sedang memberikan penyuluhan dalam kelas ibu di Desa Mojodelik, Kec. Gayam, Kab. Bojonegoro

Melihat penting dan manfaat itulah mengapa PATTIRO Surakarta mendorong keberfungsian kelas ibu di wilayah kerjanya, salah satunya di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pendampingan secara rutin terhadap posyandu dan kader pendamping ibu hamil (resti). Selain itu juga memberikan peningkatan kapasitas dan pengetahuan bagi kader posyandu. Program ini telah berjalan 8 (delapan) bulan. Harapannya dengan program ini, kader posyandu dapat melakukan upaya promotif kesehatan ibu dan anak (balita).Tingkat Keberfungsian Dari penelitian singkat didapatkan hasil, (1) Tidak ada kelas ibu sebanyak 1 desa; (2) Pernah ada, dan saat ini sudah lebih dari 6 bulan tidak aktif sebanyak 3 desa; (3) Kurang aktif, yakni pelaksanaan kelas ibu 3-6 bulan sekali sebanyak 5 desa dan (4) aktif yakni setiap bulan sekali menyelenggarakan sebanyak 3 desa.Sampai saat ini upaya untuk mengaktifkan 9 (sembilan) desa lain masih terus dilakukan. “Kita melakukan pendampingan rutin dan pembelajaran silang (sharing) antar desa untuk memantik dan mendorong desa lain menjadi lebih aktif” demikian diungkapkan Tohar, Program Manajer Program Penguatan Posyandu untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Promosi Kesehatan di Kabupaten Bojonegoro.

Rokhmad Munawir

lebih lanjut tentang beliau sila kunjungi blog pribadinya di Rerasan dari Dusun

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *