Mekanisme lelang SKPD rentan korupsi

Laweyan (Espos)
Edisi : 4/1/2010, Hal.II

Direktur LSM Pattiro, Alif Basuki menilai, peluang besar korupsi banyak terjadi pada proses lelang pengadaan barang dan jasa.
Salah satu penyebabnya karena mekanisme lelang barang dan jasa selama ini masih menyebar di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
“Mekanisme lelang di masing-masing SKPD itu rentan korupsi, karena lokasinya yang tersebar sehingga pemantauannya sangat sulit,” kata Alif saat memberikan pemaparan terkait permasalahan korupsi di hadapan bakal calon (Balon) Walikota Solo, Eddy Wirabhumi di sekretariat Pattiro, Selasa (30/3).
Menurut Alif, proses pengadaan barang dan jasa semestinya dilakukan secara terpusat atau oleh sebuah institusi. “Selama masih diserahkan kepada masing-masing SKPD, peluang korupsi dan kolusi akan terus terjadi. Saya tak tahu, apa sengaja biar proses pelelangan ini susah diawasi.”
Selain itu, Alif juga menyoroti proses penganggaran APBD di tingkat eksekutif sebelum diajukan ke legislatif. Menurutnya, proses penganggaran yang terjadi selama ini sebenarnya sudah selesai di tingkat eksekutif dengan kata lain tak ada lagi dinamika atau pembahasan di tingkat legislatif.
Menanggapi hal itu, Eddy menyatakan kondisi yang terjadi selama ini karena memang adanya kekuatan yang absolut di legislatif. Sementara politisi Partai Demokrat yang juga anggota Komisi IV DPRD Solo, Reny Widyawati, akan meminta Walikota Solo, Joko Widodo memberikan penjelasan terkait penggunaan dana taktis walikota senilai Rp 2 miliar. Reni mengaku mencium indikasi pelonjakan pemakaian dana taktis menjelang Pilkada.
Pada bagian lain, Direktur Pattiro Surakarta, Alif Basuki mengatakan, pihaknya tetap menjadi lembaga independen serta kritis terhadap kebijakan yang tidak pro masyarakat kecil. Mengenai kehadiran pasangan Wi-Di yang akan maju dalam Pilkada di sekretariat LSM itu, Alif menyatakan, merupakan inisiatif dari Wi-Di untuk bersilaturahmi dengan Pattiro dan mitra basis jaringannya guna meminta masukan. “Jadi bukan undangan resmi Pattiro, akan tetapi inisiatif Eddy Wirabumi untuk lebih mengetahui problem langsung yang dihadapi warga. Ini sesuatu yang bagus karena calon mau turun mendengarkan keluhan masyarakat,” ungkap Alif. -asa/dni

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *