Masyarakat Pro-aktif Mengambil Jatah Raskin di Kelurahan

Inilah salah satu hal yang menjadi kebanggaan Kelurahan Laweyan. Di kelurahan ini petugas raskin tidak usah repot-repot mendistribusikan raskin turun sampai ketingkat RT atau RW. “Para penerima raskin pro-aktif sendiri datang mengambil jatah Raskin di Kantor Kelurahan”, jelas M.Riyanto, Sekretaris Kelurahan Laweyan yang juga mendapat tugas untuk mengurusi raskin pada acara Audiensi Pattiro Surakarta mengenai raskin di Kelurahan Laweyan, Selasa, (4/10/2011).

Jika raskin sudah sampai di kelurahan system pemberitahuannya biasa dilakukan dengan “getok tular” antar penerima raskin yang kebetulan lokasi Kelurahan Laweyan yang kecil dan transportasi juga mudah.”Bahkan penerima raskin sampai hafal dengan sesama penerima raskin yang lainnya karena jumlah memang sedikit”, tambah Atmo Suharto, salah satu penerima raskin di Laweyan. Dengan demikian jatah raskin tidak akan menumpuk terlalu lama di kelurahan.

Di Laweyan penerima raskin jumlahnya 62 KK. Jumlah penerima raskin di Laweyan memang sedikit karena kebanyakan masyarakatnya tergolong sudah mampu. Hal ini tidak lepas dengan julukan Kampung Batik Laweyan dimana kebanyakan masyarakatnya juga menekuni batik yang pendapatannya bisa dibilang lumayan.

Dalam system pendataan penerima raskin biasa diperbarui setiap satu tahun sekali. Jika ada penerima raskin yang sudah pindah domisili atau sudah tidak memenuhi criteria penerima raskin maka data segera diperbarui. Data tersebut nanti akan dikirim ke Kecamatan dan Kecamatanlah yang akan meneruskan ke hirarki keatasnya.

Oleh: Sulatri, Pegiat Pattiro Surakarta

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *