Maria : Saya Siap Belajar

mariaSOLO – Jelang H-1 Pemilu Legislatif, persiapan terus dilakukan oleh TPS-TPS di seluruh Indonesia. KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara) tampak sibuk menyiapkan dan menata tempat berlangsungnya pungut hitung suara tersebut.

Salah satunya adalah di TPS 60 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mengambil lokasi di SD Islam Al Fajar tersebut diketuai oleh seorang perempuan muda yang masih berusia 28 tahun.

Adalah Maria, sapaan perempuan lajang yang bernama lengkap Maria Ulfa tersebut sebagai Ketua KPPS di TPS 60 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. “Ini adalah pertama kali saya terlibat sebagai KPPS, dan langsung dipilih menjadi ketua” jelas Maria yang juga volunteer PATTIRO Surakarta tersebut.

Maria menjelaskan lebih lanjut bahwa dia menjadi Ketua KPPS karena tidak ada warga yang bersedia dan berminat menjadi KPPS apalagi Ketua KPPS. “Jika tidak ada yang bersedia maka pelaksanaan Pemilu akan terhambat, jadi saya memberanikan diri dan siap belajar” tandasnya.

Karena berada di lokasi sekolah maka pembenahan baru dapat dilakukan sore hari ini, Selasa (8/4) jam 15.00 WIB. Demikian juga dengan pengambilan logistik baru kami ambil tadi sore, demikian diungkapkan Maria saat dihubungi via telepon tadi pagi.

“Kami baru dapat menyiapkan segala sesuatunya setelah selesainya jam belajar mengajar di SD Al Fajar, namun karena yang digunakan adalah ruang aula maka untuk persiapan tidak terlalu ribet seperti di ruang terbuka”, katanya.

Sebagai seorang pemula, Maria mengakui bahwa banyak kendala lapangan yang dia alami. Namun hal tersebut dia atasi dengan banyak belajar dan bertanya pada banyak pihak termasuk kepada teman-temannya yang sudah beberapa kali menjadi KPPS.

Saat ditanyakan, apakah tidak ada bimbingan teknis dari KPU Surakarta, dia menjawab bahwa bimbingan teknis dirasa masih sangat kurang.

“Dalam bimbingan teknis yang diberikan KPU Solo lebih banyak ceramah satu arah, padahal bagi kami yang paling penting adalah simulasinya, apalagi banyak orang baru”, tandasnya.

Selain itu, juga dia merasa kebingungan karena ada beberapa orang yang tidak masuk dalam DPT atau masuk dalam DPT namun sudah meninggal atau pindah ke tempat lain. Akan tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah karena pihaknya sudah berkoordinasi dengan PPS dan PPK mengenai hal ini.

Hanya saja Maria berharap dalam pelaksanaan Pemilu kedepan agar lebih diperhatikan, sebab menurutnya Pantarlih (Panitia Pendaftar Pemilih) sudah menyerahkan daftar terbaru ke Kelurahan. “Data dan jumlah pemilih inikan riskan, sebab berkenaan dengan suara” demikian pungkasnya. (ciw)

tulisan ini juga dipublikasikan di kpu-jatengprov.go.id dengan dilakukan editing sesuai kebutuhan

Rokhmad Munawir

lebih lanjut tentang beliau sila kunjungi blog pribadinya di Rerasan dari Dusun

You may also like...

2 Responses

  1. desi kartika says:

    tp ada juga anggota kpps yg menjabat sebagai guru, dia super sibuk hingga pulang subuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *