Keuangan daerah menurun Infrastruktur tetap andalkan pusat

Edisi : 10/13/2009, Hal.VIII
Boyolali (Espos)
Pemerintah Kabupaten Boyolali hanya bisa mengandalkan bantuan dana dari pemerintah pusat dan Provinsi untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur dan pembangunan di bidang lingkungan hidup pada tahun 2010.
Ini lantaran hampir lebih dari separuh APBD 2010 direncanakan tersedot untuk membayar gaji pegawai (belanja tidak langsung). Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Daryono, mengungkapkan Kota Susu pada untuk 2010 direncanakan mendapat jatah dana alokasi umum (DAU) dari pusat sekitar Rp 588 miliar, atau kurang lebih Rp 2 miliar lebih tinggi dibanding alokasi DAU tahun lalu. Meski demikian penambahan DAU ini tak sebanding dengan bertambahnya beban keuangan yang ditanggung Pemkab, khususnya untuk membayar gaji pegawai.
”Nanti akan ada perekrutan CPNS sehingga jumlah pegawai bertambah. Di sisi lain, kami juga harus menaikkan gaji pegawai sebesar 5 persen belum lainnya. Dengan kondisi ini, sebetulnya kita membutuhkan tambahan DAU senilai Rp 30 miliar,” ujar dia saat ditemui di gedung DPRD setempat, Senin (12/10).
Berdasarkan pemaparannya dalam diskusi yang digelar Pusat Telaah Informasi Regional (Pattiro) akhir pekan lalu diketahui, besarnya pendapatan dalam APBD 2010 diprediksi Rp 827,447 miliar. Sedangkan besarnya belanja Rp 870,414 miliar atau terjadi defisit sekitar Rp 42,967 miliar.
Alokasi anggaran belanja lebih banyak digunakan untuk belanja tidak langsung yakni Rp 670,414 miliar sekitar Rp 585,8 miliar di antaranya untuk belanja pegawai. Sedangkan belanja tak langsung hanya senilai Rp 200 miliar, itu pun hanya sekitar 81 persennya (Rp 163,258 miliar) saja yang digunakan untuk program yang menyentuh langsung ke masyarakat.

Koordinasi
Daryono mengakui bahwa kewajiban Pemkab pemenuhan hak pegawai berupa pembayaran gaji merupakan prioritas utama, karena tidak boleh tidak dibayarkan. Sisanya, baru untuk melaksanakan kegiatan pembangunan. ”Pembangunan infrastruktur seperti pembangunan saluran irigasi, jalan tetap diupayakan dengan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi,” lanjut Daryono yang juga mengaku adanya penurunan kapasitas keuangan daerah tahun depan.
Sementara pengoptimalan sejumlah aset daerah yang dimiliki tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan Kota Susu. Lebih jauh Sekda menjelaskan langkah ke depan yang harus dilakukan pihaknya adalah mempertajam prioritas program. Pemkab telah menetapkan tujuh prioritas program di antaranya adalah pengentasan kemiskinan dan masalah kesehatan serta pendidikan. Tak bisa ditutupi dengan anggaran kurang dari Rp 200 miliar, banyak pro-gram yang harus terpangkas.

Prioritas program beserta alokasi anggaran dalam RAPBD 2010 (dalam rupiah)

1. Penanggulangan kemiskinan
a. Bantuan Jamban : 800 juta
b. Bantuan Ternak : 1 miliar
c. Bappeda : 604 juta
d. Bapermaskin : 650 juta
e. Kecamatan : 2,85 miliar
Total (2,95%) : 5,904 miliar

2. Peningkatan kualitas pendidikan (Disdikpora) Total (32,36%) : 64,729 miliar
3. Peningkatan kualitas kesehatan
a. Dinas Kesehatan : 15,475 miliar
b. RSU Pandan Arang : 28,568 miliar
c. RSU Banyudono : 2,084 miliar
Total (23,51%) : 47,029 miliar
4. Penanganan pengangguran (Disankertransos) Total (0,59%) : 1,177 miliar
5. RPPK :
a. Dispertanbunhut : 3,279 miliar
b. Disnakkan : 2,279 miliar
c. Kantor Ketahanan
Pangan : 705,057 juta
Total (3,13%) : 6,263 miliar
6. Infrastruktur (Dinas Pekerjaan Umum
Pertambangan Perhubungan
dan Pertamanan )
Total (18,50%) : 36,993 miliar
7. Pengelolaan SDA yang bertanggung jawab dan berkelanjutan (Badan Lingkungan
Hidup)
Total (0,58%) : 1,161 miliar

Total anggaran prioritas (81,63%)
163,258 miliar

– Kaled Hasby Ashshidiqy

Source :
http://www.solopos.co.id/sp_search_detail_tamu.asp?id=288296

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *