Kemah Budaya Solo 2009 Seharian Tanpa Ponsel pun Bisa Asah Kreativitas

Dilarang memakai peralatan elektronik selama kemah. Itu aturan yang diterapkan oleh panitia Kemah Budaya Solo 2009.

Kalau biasanya jemari para remaja peserta kemah budaya yang diikuti oleh sedikitnya 220 siswa SMA se-Solo itu tak pernah lepas dari telepon genggam, baik untuk SMS atau sekadar meng-update situs jejaring sosial, kini seharian penuh mereka harus melepaskan diri dari perangkat mungil tersebut.

Seharian tanpa Ponsel ternyata tak membuat para remaja itu kesepian. Beragam aktivitas yang justru mengasah kreativitas mereka berhasil menyita perhatian dan waktu selama di kemah budaya ini. Aktivitas keseharian mereka selama berada dalam lingkungan perkemahan yang digelar di Balekambang Solo itu. Mulai dari membuka mata hingga mereka kembali terlelap pada malam harinya, keceriaan selalu mewarnai wajah para peserta.

Tak hanya itu, pada sesi workshop budaya, Jumat (31/7) pagi, para peserta dibagi dalam empat kelompok yang terdiri atas Pakuwon Bedaya, Pakuwon Topeng, Pakuwon Wayang, dan Pakuwon Batik. Mereka beramai-ramai mempraktikkan materi seni budaya yang sebelumnya sudah mereka terima.

Peserta yang tergabung di Pakuwon Bedaya misalnya, terlihat sibuk memperagakan tarian Prajuritan yang biasa dipergunakan dalam sebuah parade seni. Di grup itu, lima keluarga Kemah Budaya 2009 yang terdiri atas Tari Topeng Panji, Kecak, Jaipong, Reog, serta tari Gambyong menciptakan koreografer tari baru dengan arahan guru seni, Darmadi.

โ€Karena kami sama sekali belum pernah menari tarian seperti ini, jadi harap maklum kalau gerakannya agak kaku,โ€ celetuk Alfian, salah seorang anggota keluarga tari Topeng Panji kepada Espos yang diikuti derai tawa rekan-rekannya.

Guna memuluskan praktik itu, Pratama Bayu K dan Wahyu Toyib dari SMKN 8 Solo yang lebih dekat mengenal seni tradisi, didaulat rekan-rekannya untuk berada di barisan terdepan.

Oleh : Hanifah K

http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h06&id=281640

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

3 Responses

  1. ponselreview says:

    wah bagus tuch, pada kreatif-kreatif ya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *