Jokowi Kembali Berulah : Pejabat Harus Mencontoh

Setelah sukses dengan berbagai inovasi daerahnya, Jokowi kembali membuat ulah. Ulahnya kali ini benar-benar harus dicontoh oleh para pejabat di negeri ini. Apakah ulahnya yang terbaru? Mulai senin 2 Januari 2012 Jokowi-Rudi mengandangkan Mobil Dinasnya, Toyota Camry tahun 2004. Jokowi-Rudy akan memakai mobil dinas baru dengan merek Kiat Esemka. Apa yang menarik dengan pergantian mobil dinas walikota dan wakil walikota tersebut?

Kiat Esemka yang dipakai oleh Jokowi-Rudy adalah hasil rakitan para siswa sekolah di Kota Solo. Mobil untuk Jokowi dirakit oleh siswa SMKN 2 Solo sedangkan mobil untuk Rudy dirakit siswa SMK Warga Solo. Perakitan yang dilakukan para siswa SMK tersebut selama satu semester di bawah bimbingan Kiat Motor Klaten. Mobil yang dibanderol seharga Rp 95 juta itu, diakui Jokowi lebih bagus dibandingkan mobil-mobil lain. Kapasitas mesin mobil itu 1.500 cc.

“Mobil ini akan saya pakai bila ke Jakarta. Mobil lain kalah dengan mobil ini baik dari segi kualitas dan desain,” ungkapnya kepada wartawan. Keunggulan mobil baru Jokowi-Rudy yakni 80 persen komponennya berasal dari lokal Tanah Air. Selain irit bahan bakar, mobil ini juga aman dikendarai. Jokowi-Rudy terpanggil untuk menghargai karya anak bangsa.

Sementara itu, kita bisa melihat di berbagai kantor instansi pemerintah, dari daerah sampai pusat, baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif seakan berlomba mendatangkan mobil-mobil mewah buatan luar negeri. Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh Jokowi-Rudi. Pasangan kepala daerah ini justru mengandangkan mobil mewah buatan luar negeri dan memakai mobil buatan anak-anak SMK di Solo.

Para pejabat dari daerah sampai pusat, baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif  harus mencontoh ‘ulah’ yang dilakukan oleh Jokowi-Rudy ini, jika masih memiliki rasa nasionalisme dan kebangsaan. Jangan hanya bisa berteriak “Cintai Produk Dalam Negeri”, tapi nihil dari implementasi dan praktek. Perjuangan Adalah Pelaksanaan Kata-Kata, demikian kata penyair WS Rendra. Harus demikian, apa yang dikatakan harus dilaksanakan. Para kyai dan ulama bilang bahwa zakat dari apa yang dikatakan adalah tindakan dari kata-kata tersebut.

Sudah saatnya kita mendukung pengembangan industri otomotif dalam negeri dengan memakai produk dalam negeri. Sehingga uang yang berputar tidak akan lari keluar. Kemakmuran akan semakin tercapai jika kita mengoptimalkan pemakaian barang dalam negeri.

Ke depannya ini harus dikembangkan pada penggunaan mobil dinas untuk SKPD di Kota Surakarta. Kita hitung-hitungan kasar saja, dengan anggaran Rp. 1 miliar maka sudah dapat 10 mobil dinas baru. Lebih hemat anggaran dan lebih menghargai karya anak bangsa.

Oleh: Setyo Dwi Herwanto (Capacity Building Specialist Pattiro Surakarta)

Rokhmad Munawir

lebih lanjut tentang beliau sila kunjungi blog pribadinya di Rerasan dari Dusun

You may also like...

5 Responses

  1. Yani_anand says:

    Salut untuk pak Jokowi. Ternyata sudah ada tanda indonesia akan mulai cerah . Mari kita dukung beliau untuk menjadi nomor 1 di negeri ini

  2. udinese says:

    ya terus tingkatkan prodak mobil2 indonesia biar tidak impor2 mobil lagi
    indonesia ciptakan mobil ramah lingkungan untuk indonesia harga
    terjangkau untuk masyarakat indonesia

  3. Bolone Jakowi says:

    top markotop

  4. Cobacoba254 says:

    klo bgtu jangan bernafas pake udara yg dikasih cuma2 sm Tuhan..cb pisahkan kehidupan anda dari hal2 yang diciptakan oleh Tuhan..bahkan anda masih bisa melek aja karena karunia Tuhan..segitunya mau memisahkan Tuhan dari kehidupan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *