Implementasi Rule Outsourcing

Bisnis outsourcing di Indonesia kian berkembang . Tapi dalam praktiknya masih banyak terjadi penyimpangan. Diera globalisasi dan persaingan bisnis yang ketat saat ini, perusahaan di tuntut untuk mrningkatkan kinerja usahanya melalui pengelolaan organiasai yang efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperkerjakan tenaga kerja seminimal mungkin untuk dapat memberi kontribusi maksima; sesuai dengan tuntutan perusahaan. Untuk itu perusahaan berupaya fokus menangani pekerjaan yang menjadi bisnis inti ( core business), sedangkan pekerjaan penunjang diserahkan kepada pahak lain. Proses yang dikenal dengan istilah outsourcing.

Dalam praktik di semua negara,bisnis outsourching menjadi sala stu model yang dapat dikembangkan terus karena sudah terbukti bias meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan. Dan tidak dipungkiri bahwa outsourching sebagai tren global telah membawa proses  bisnis yang mengarah pada efisiensi dan focus pada bisnis perusahaan.

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa outsourcing di Indonesia. Situasi ini memberi peluang besar untuk ikut serta dalam mendapatkan potongan bisnisnya, yang terpenting adalah perusahaan outsourching harus dapat menyediakan personel yang memiliki kompetensi yang sesuai.

Dalam aturan main outsourching sudah diatur dalam undang undang No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Perangkat aturan tersebut diantaranya terdapat pada pasal 64, 65 dan 66. serta peraturan pelaksaan lainya, seperti Kepmenakertrans No. Kep-220/Men/2004 dan No. Kep/Men/2004. Ketentuan ketenagakerjaan sudah secara jelas mengatur mengenai syarat-syarat untuk penyerahan pelaksanaan sebagian pekerjaan dan penyediaan jasa pekerja, termasuk akibatnya bila dilanggar. Tetapi dalam praktiknya banyak sekali terjadi penyimpangan dari perusahaan outsourcing dalam penerapan syarat-syarat penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perushaan lain. Namun sayangnya penyimpangan ini tidak dihiraukan oleh para pengusaha yang bergerak dalam bidang pelaksanaan sebagian pekerjaan dan penyediaan jasa pekerja. Hal tersebut sangat disayangkan karena ternyata hukum di paksa mengalah demi kepentingan dunia usaha.

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *