Imbas PNPM belum terasa, Pattiro dorong Monev

Edisi : 8/28/2009, Hal.II
Laweyan (Espos)
Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Solo menilai pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan di Solo belum memberikan imbas terhadap pengurangan kemiskinan di Kota Bengawan.
Pattiro mendorong perlu adanya monitoring dan evaluasi (Monev) program tersebut.
Koordinator Program Pattiro Solo Setyo Dwi Herwanto saat dihubungi Espos, akhir pekan lalu, mengungkapkan pelaksanaan PNPM yang sudah berjalan satu tahun lebih ini perlu dievaluasi dan perlu ada monitoring untuk mengetahui dampaknya terhadap masyarakat. Untuk mengetahui sejauh mana dampak dari program itu dalam rangka mengurangi kemiskinan di Solo, menurut Setyo, perlu ada Monev, transparansi dan akuntabilitas kepada publik.
”Sebagai bentuk transparansi kepada publik, tim pelaksana PNPM mulai dari tingkat kelurahan sampai di tingkat kota harus menyosialisasikan capaiannya selama satu tahun ini. LKM (lembaga keswadayaan masyarakat-red) di tingkat kelurahan juga harus mulai melakukan akuntabilitas, termasuk pelaksana PNPM di tingkat kota. Monev yang dilakukan lebih pada pertanggungjawaban publik, yakni harus ada mekanisme pelaporan dari LKM sampai tim koordinator kota PNPM,” tegas Setyo.
Menurut Setyo, konsep penanggulangan kemiskinan itu harus jelas. Selama ini, kata dia, penanggulangan kemiskinan terkesan lebih menitikberatkan capaian target tertentu, seperti pembentukan LKM, pencairan dana dan sebagainya. Pemkot Solo dan DPRD, sambungnya, harus turut serta menggagas konsep yang jelas dalam program ini. – trh

Source :
http://www.solopos.co.id/sp_search_detail_tamu.asp?id=282735

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *