Himagara FISIP UNS, Berkunjung dan Berdiskusi Raskin

Sore (18/10) kantor PATTIRO Surakarta tampak lebih ramai dibanding hari-hari kerja sebelumnya. Puluhan kawan-kawan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himagara) berkunjung ke Pattiro Surakarta dengan agenda anjangsana. Kegiatan tersebut (baca: anjangsana) merupakan follow up  dari program kerja tahunan Himagara FISIP UNS. Jalannya diskusi saling bertukar pengetahuan berlangsung dengan suasana hangat dan sangat antusias dari kedua belah pihak.

Topik diskusi yang diangkat adalah Penyelenggraan Program Raskin di Kota Surakarta. Fuad Jamil Staf Sekretariat TKPKD Kota Surakarta hadir di kantor Pattiro membuat suasana diskusi lebih hidup dengan memperkayan materi diskusi dari sudut meninjau peran TKPKD. Disampaikan oleh Fuad Jamil bahwa TKPKD merupakan tim ad hoc dalam pengelolaan raskin. Lebih lanjut lagi dalam sesi tanya jawab, Andy menanyakan tentang angka kemiskinan di Kota Surakarta yang tahun 2012 disebutkan oleh beberapa pihak mengalami angka kenaikan.

Masalah data kemiskinan di Kota Surakarta 2012 memang terjadi angka kenaikan. Oleh karena itu, perlu dilihat terlebih dahulu indikator pengukuran yang digunakan. “Badan Pusat Statistik (BPS) menghitung jumlah penduduk miskin berdasarkan sisi pengeluaran bukan pada sisi pendapatan masyarakat, selain itu Kota Surakarta tahun 2012 dalam pendataan Rumah Tangga Miskin (RTM) menambahkan data sektoral sehingga angka kemiskinan Kota Surakarta tahun 2012 terlihat ada kenaikan tajam”, ungkap Fuad Jamil menjawab pertanyaan menarik yang datang dari salah satu mahasiswa Administrasi Negara yang juga masuk dalam susunan pengurus Himagara tersebut.

Selain itu Andwi Joko Mulyanto, Direktur Eksekutif Pattiro Surakarta menambahkan bahwa stakeholder pengelolaan raskin di Kota Surakarta belum bisa berjalan optimal. “Selama ini mekanisme komplain dalam masalah raskin ada di kelurahan padahal mekanisme komplain terkait raskin akan lebih efektif jika langsung kepada Bulog.

Ketua Umum Himagara FISIP UNS, Randy dengan sudut pandang mahasiswanya mengungkapkan bahwa tujuan raskin belum tercapai maksimal, implementasi di lapangan masih banyak menimbulkan diskresi dan timbul asumsi bahwasanya yang penting dalam program bantuan sosial yang satu ini adalah terdistribusikannya raskin.

Ditulis oleh Tiyas Nur Haryani (Staf Program SIAP 2 PATTIRO Surakarta; juga bergiat di Tepi Aksara (Komunitas Penulis Muda Surakarta)

Rokhmad Munawir

lebih lanjut tentang beliau sila kunjungi blog pribadinya di Rerasan dari Dusun

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *