Ditarget sumbang 50% PAD ”Retribusi kesehatan membebani”

Edisi : 8/19/2009, Hal.VIII
Boyolali (Espos)
Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Surakarta menilai retribusi kesehatan di wilayah Kabupaten Boyolali yang ditargetkan menyumbang hingga 50 Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2009 akan membebani masyarakat.
Direktur Pattiro Surakarta, Alif Basuki, dalam penjelasannya menyebutkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menargetkan PAD dari retribusi kesehatan senilai Rp 32,66 miliar atau mencapai sekitar 50,25% selama 2009. Dikatakan dia angka itu sekaligus menjadi indikasi bahwa retribusi kesehatan memberikan kontribusi terbesar bagi PAD di wilayah setempat.
“Angka persis target pendapatan dari retribusi kesehatan tahun 2009 di Kabupaten Boyolali adalah Rp 32.665.043.000, dengan nominal keseluruhan PAD tahun yang sama Rp 65 miliar. Artinya sumbangan terhadap PAD mencapai lebih dari 50%,” ungkapnya ketika ditemui Espos di rumahnya di lingkungan Dukuh Doglo Desa Candigatak Kecamatan Cepogo, Selasa (18/8).
Dia menilai, target kontribusi yang demikian besar dari retribusi kesehatan terhadap PAD di Kabupaten Boyolali akan berdampak pada pembebanan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan jasa pelayanan kesehatan di rumah-rumah sakit (RS) milik pemerintah.
Cenderung naik
Alif Basuki memaparkan pula, data yang ada menunjukkan belanja langsung kesehatan pada tahun 2009 hanya dianggarkan senilai Rp 14,18 miliar, sedangkan untuk belanja tidak langsung jumlahnya sebesar 31,4 miliar. “Karena itu perlu menjadi perhatian bagi Pemkab Boyolali terkait perbandingan tersebut, mengingat pemasukan dari retribusi kesehatan yang demikian besar,” tandasnya.
Seperti pula dikemukakan, kecenderungan tiap tahun retribusi kesehatan naik sangat besar mencapai lebih dari Rp 4 miliar sejak tahun 2007. Pemkab, melalui segenap jajaran terkait seharusnya berupaya meningkatkan pelayanan di rumah sakit setempat.
Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Yulianto Prabowo, tidak dapat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut. Tidak ada jawaban dari telepon genggam milik bersangkutan yang dihubungi Espos, Selasa sore. Sementara itu Kabag Humas Informasi dan Protokol (HIP) Rita Puspitasari, meski mengakui besarnya kontribusi retribusi kesehatan terhadap PAD, dia enggan berkomentar banyak. “Memang betul sekitar Rp 32 miliar, tapi coba saya tak bertanya dulu ke Pak Bupati menyangkut hal itu,” ujarnya singkat. – Triyono

Source:
http://www.solopos.co.id/sp_search_detail_tamu.asp?id=281477

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *