Dianggap penyimpangan Bupati: Kendaraan dinas boleh dipakai mudik

Edisi: 9/5/2009, Hal.VIII
Boyolali (Espos)
Bupati Boyolali, Sri Moeljanto, membolehkan pejabatnya menggunakan kendaraan dinas untuk mudik pada lebaran tahun ini. Ia menyadari larangan penggunaan kendaraan dinas untuk mudik tak efektif karena sulitnya pengawasan penggunaan kendaraan dinas tersebut.
”Kembalikan ke personalnya. Yang penting realistis. Mau larang apa? Munafik itu!” tegas bupati ditemui Jumat (4/9), di Pemkab Boyolali.
Ia mengatakan masyarakat dalam melihat masalah penggunaan kendaraan dinas oleh pejabat harus seimbang dan realistis. Ia mencontohkan, saat pejabat bekerja di luar jam dinas dengan menggunakan kendaraan dinas diprotes karena dianggap menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Padahal menurutnya itu untuk kepentingan dinas. Apakah mudik menjadi bagian dari kegiatan dinas, Bupati tak menjelaskan.

Tanggung jawab
Ia menambahkan, pejabat yang menggunakan kendaraan dinas diharuskan bertanggung jawab atas keamanan dan kondisi kendaraan yang mereka pakai. ”Olinya dan bensinnya harus pakai uang sendiri,” tukasnya.
Asisten III Setda Kabupaten Boyolali, Widodo melalui Kabag Humas Informatika dan Protokol, Rita Puspitasari, mengatakan salah satu alasan diperbolehkannya penggunaan mobil dinas untuk mudik adalah faktor keamanan. Menurutnya lebih aman membawa kendaraan dinas itu untuk mudik dibandingkan diparkir di rumah.
Sementara itu, aktivis dari LSM Pusat Telaah Informasi Regional (Pattiro), Alif Basuki, menilai penggunaan kendaraan dinas untuk mudik secara norma etika tidak sesuai. Kendaraan dinas merupakan fasilitas negara yang diberikan kepada pejabat untuk menunjang tugas pemerintahan.
Mudik, menurut pria berkacamata ini, bukanlah bagian dari tugas pemerintahan. Dengan demikian, penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi seperti mudik adalah penyimpangan dan bisa masuk dalam kategori korupsi. ”Mudik kan hari libur. Jadi seharusnya Pemkab menyediakan lokasi parkir untuk menampung kendaraan dinas selama Mudik. Akan lebih mudah dipantau dan lebih terjaga keamanannya,” ungkap Alif. – Kaled Hasby Ashshidiqy

Source :
http://www.solopos.co.id/sp_search_detail_tamu.asp?id=283738

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *