Dari Konsultasi Modul Ecosob: Pelatihan Dulu Baru Membuat Modul

Biasanya kita membuat pelatihan-pelatihan itu berdasarkan modul sehingga akan mempermudah ketika kita menjadi pemateri atau fasilitator. Tapi kegiatan yang dilakukan Pattiro Surakarta justru sebaliknya. Membuat pelatihan-pelatihan Hak Ekonomi Sosial Budaya (Ecosob) terlebih dahulu baru sesudahnya menyusun modulnya. Penyusunannya pun juga sangat menarik karena dengan melibatkan masyarakat untuk turut berpartisipasi didalamnya. Waktu yang diperlukanpun tidak sedikit, butuh waktu dua tahun untuk menyusun sampai melakukan konsultasi publik terhadap modul tersebut.

Konsultasi publik mengenai hak Ekosob ini sudah berlangsung di Hotel Indah Palace, Surakarta, Kamis (20/1/2011). Para peserta yang diundang adalah stakeholder Pattiro yang sudah biasa dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan program Ekosob sebelumnya seperti eksekutif, legislatif, tokoh masyarakat, kalangan pers dan NGO di Surakarta. Namun dalam kesempatan ini kalangan legislatif tidak ada yang hadir.

Peserta Konsultasi Publik Modul Ecosob

“Meskipun pelatihan-pelatihan sudah dilakukan sebelum modul pelatihan tersebut jadi. Tapi kami juga tidak asal-asalan membuat pelatihan. Kami juga sudah mengacu pada draft modul tentang pelatihan Ekosob yang dibuat oleh Pattiro Jakarta. Memang modul tentang pelatihan hak Ekosob ini baru pertama kali dibuat di Indonesia”, jelas Setyo Dwi Herwanto selaku Koordinator program Ekosob Pattiro Surakarta.

Konsultasi publik modul pelatihan Ekosob tidak hanya dilakukan di Pattiro Surakarta namun juga dilaksanakan oleh Pattiro Jeneponto. Selanjutnya modul tersebut nantinya akan dibahas Tim penyusun modul pelatihan Ekosob di Pattiro Jakarta seperti Mimin Rukmini, Ilham Cendekia, Maya dkk. Draf modul tersebut juga akan di konsultasi publikkan kembali dengan relasi tingkat nasional pada tanggal 28 Januari di Jakarta.

Konsultasi publik di Surakarta ini difasilitatori oleh Muhammad Histiraludin, aktifis sekaligus pengamat kebijakan publik Surakarta dan sebelumnya dibuka oleh Andwi Joko Mulyanto, Direktur Pattiro Surakarta. Dalam sambutannya, Andwi Joko mengharapkan bahwa konsultasi publik ini diharapkan dapat menyusun modul berdasarkan kebutuhan-kebutuhan masyarakat dengan metode partisipasi dan kedepannya modul tersebut bisa dipakai bukan hanya oleh Pattiro tapi juga pihak-pihak lain yang mengusung isu Ekosob. Modul tersebut juga diharapkan kemudian bisa diimplentasikan di masing-masing organisasi, sehingga ada kesepahaman bersama.

Konsultasi publik ini berlangsung dari pukul 09.00 – 15.00 WIB. Para peserta dengan sangat antusias berpartisipasi dalam forum ini. Dari kalangan NGO, Tokoh Masyarakat, Pers lebih banyak membicarakan tindak lanjutnya nanti seperti apa dan mengedepankan data-data apa yang bisa didapat untuk memenuhi hak ekosob. Sedang dari eksekutif juga banyak memberi masukan sesuai apa yang mereka lakukan didalam penentuan kebijakannya. “Intinya mereka saling melengkapi”, tambah Setyo.

Dalam modul pelatihan hak Ekosob yang dibuat Pattiro ini terdiri dari sepuluh bab. Bab pertama , pengenalan tentang hak ekosob, kedua, negara pemegang kewajiban pemenuhan hak ekosob, ketiga, peran warga negara dalam pemenuhan hak ekosob. Keempat, manusia dalam pembangunan berpusat-rakyat, kelima, pembangunan daerah berperspektif hak ekosob, keenam, merancang kebijakan daerah berperspektif hak ekosob, bab ketujuh, pelaporan kemajuan hak ekosob. kedelapan, pelaporan hak kesehatan, kesembilan, pelaporan hak pendidikan , dan bab terakhir berisi evaluasi pelatihan.

Masing-masing bab kecuali bab pertama dan terakhir dilengkapi bahan bacaan yang diharapkan nanti akan mempermudah pemateri atau fasilitator ketika memberikan pelatihan atau materi tentang hak Ekosob dengan berbagai simulasi pelatihan hak Ekosob.

Oleh : Sulatri
Pegiat Pattiro Surakarta

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *