Belum tersentuh perbaikan Seribuan ruang kelas SD rusak

Sukoharjo (Espos)

Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo mencatat sebanyak 1.729 ruang kelas sekolah dasar (SD) mengalami rusak berat dan rusak ringan.
Dari total jumlah itu, mengacu kepada data Disdik Sukoharjo, sebanyak 1.124 ruang SD mengalami rusak berat sementara 605 ruang lainnya mengalami rusak ringan. Dengan demikian, jumlah ruangan kelas yang mengalami rusak berat jauh lebih banyak ketimbang yang mengalami rusak ringan atau hampir dua kali lipatnya.
Kepala Disdik Sukoharjo, Djoko Raino Sigit menerangkan, catatan mengenai ruangan SD yang mengalami rusak berat dan ringan adalah catatan di luar unit kelas yang diperbaiki pada tahun ini dengan menggunakan bantuan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Total jumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan tersebut, menurut Djoko, hingga sekarang belum bisa diperbaiki lantaran belum ada dana.
“Kalau ditanya kategori rusak berat dan rusak ringan itu banyak, saya tidak hapal. Dan untuk merumuskannya sudah berdasarkan survei,” jelas dia ketika dijumpai Espos belum lama ini. Intinya, menurut Djoko, meski mengalami rusak berat namun ruang kelas SD masih bisa digunakan.
Mengenai ruang kelas SD yang rusak dan belum bisa diperbaiki, Djoko menandaskan, proses perbaikannya dilakukan secara bertahap atau tidak bisa dilakukan secara bersamaan. Kesemuanya itu, diakuinya, masih mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat.
Senada diungkap Kabid TK/SD Disdik, Sukardi. Menurut dia, dibanding SMP maupun SMA, bangunan SD memang lebih banyak yang rusak. Penyebabnya, usia bangunan SD tergolong lebih tua dibandingkan bangunan SMP maupun SMA. Bahkan beberapa SD dindingnya masih belum bersemen melainkan hanya dari tumpukan batu merah.
Untuk kerusakan pada bangunan SD khususnya yang mengalami rusak berat, menurut Sukardi, kebanyakan ada di bagian atap, diantaranya lapuk dan bocor. Dua kerusakan tersebut, menurut dia, dipastikan mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa terutama ketika musim hujan tiba. Kerusakan lain, terjadi di bagian kuda-kuda atap yaitu banyak yang mulai dimakan serangga saking tuanya.
“Untuk perbaikan, kami tentunya mempriotitaskan pada perbaikan bangunan SD yang rusak berat. Tidak harus seluruh bangunan yang rusak, melainkan bisa hanya beberapa ruangnya,” jelas Sukardi. Mengenai up dating data, Disdik juga sudah meminta UPTD Dinas Pendidikan yang tersebar di 12 kecamatan selalu mengirim laporan mengenai kondisi SD. Dengan begitu, kondisi SD di seluruh Kota Makmur bisa selalu terpatau.
“Hasil pantauan akan kami gunakan sebagai bahan pertimbangan SD mana yang lebih prioritas mendapat bantuan untuk perbaikan,” jelas dia. aps

Hasil verifikasi sekolah

Jumlah ruang kelas SD    : 3.160

Ruang kelas baik                 : 1.431

Ruang kelas rusak berat  : 1.124

Ruang kelas rusak ringan: 605

Sumber: Disdik

Rokhmad Munawir

lebih lanjut tentang beliau sila kunjungi blog pribadinya di Rerasan dari Dusun

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *