”Belanja Barang & Jasa Boros”

Kamis, 03/12/2009 11:00 WIB
BOYOLALI (Joglosemar): Sekali lagi kritikan tak sedap ditujukan kepada Pemkab Boyolali, kali ini Pemkab dinilai tidak menaati Permendagri 25/2009 tentang pedoman penyusunan APBD 2010. Pasalnya, alokasi belanja langsung masih menitik beratkan pada belanja jasa/barang daripada belanja modal, dan masih banyak pemborosan di sana.
Belanja langsung dalam RAPB 2010 yang diajukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yakni sebesar Rp 130,6 miliar, yang terbagi untuk belanja pegawai senilai Rp 9,9 miliar, belanja barang dan jasa Rp 75 miliar, dan belanja modal hanya Rp 45,6 miliar. “Semestinya sesuai dengan Permendagri, harus diupayakan porsi belanja modal lebih besar dari belanja barang/jasa,” ungkap Alif Basuki, Direktur Eksekutif PATTIRO Surakarta, Rabu (2/12).
Alif juga mempertanyakan, bahwa penyusunan belanja barang/jasa di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masih banyak terjadi pemborosan. Dari kajian terhadap Rencana Kerja Anggaran (RKA), misalkan saja untuk perbaikan satu unit komputer di Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Aset Daerah (DPPKAD) mencapai Rp 32 juta.
Selain itu, masih di DPPKAD, alokasi jasa sumber daya air dan listrik mencapai Rp 7,2 miliar. Jumlah ini, menurut dia, patut dipertanyakan. “Apa itu hanya untuk DPPKAD atau semua SKPD, kok besar sekali,” ungkap Alif.
Selain itu pada Dinas kesehatan, menurut Alif ada anggaran Rp 14 juta hanya untuk transportasi dan perjalanan dinas penyelenggaraan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dan wabah.
Alif melanjutkan, dari contoh di atas, maka DPRD Boyolali dituntut keras untuk menyelaraskan antara belanja modal lebih besar dengan belanja barang dan jasa. Selain itu juga supaya belanja pegawai diminimalkan.
Dengan cara itu menurut Alif, diharapkan akan ada penambahan alokasi belanja untuk masyarakat langsung di belanja modal. Penambahan itu diharapkan dapat digunakan untuk misalnya realokasi ke sektor pendidikan maupun alokasi untuk Balita maupun Lansia, serta jaminan kesehatan bagi warga miskin. (ono)

Source:
http://harianjoglosemar.com/berita/%E2%80%9Dbelanja-barang-jasa-boros%E2%80%9D-3198.html

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *