Belajar Bersama Team Harvard University

Foto-1_HarvardBulan agustus menjadi berkah bagi kami para pegiat PATTIRO Surakarta. Selain karena Agustus ini adalah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri, pertengahan Agustus tahun ini PATTIRO Surakarta kedatangan rombongan tamu dari Universitas Harvard.

Mereka ingin belajar terkait kebijakan dan implementasi pelayanan kesehatan dan transparansi implementasi kebijakan di Indonesia dengan sampel Kota Surakarta di bawah kerja-kerja advokasi yang dilakukan oleh PATTIRO Surakarta. Agenda kunjungan berlangsung 2 hari.

Hari pertama (22/8) tim Harvard melakukan diskusi interkatif bersama tim PATTIRO Surakarta didampingi oleh PATTIRO Raya serta hadir juga ibu-ibu kader posyandu dari Forum Komunikasi Kader Posyandu (FKKP) dalam diskusi pada sesi kedua hari Kamis (22/8) bertempat di Kantor PATTIRO Surakarta. Diskusi berjalan dengan antusias tinggi dari para pesertanya, baik dari kami sendiri Tim PATTIRO Surakarta, Tim Harvard dan FKKP.

Diskusi sesi pertama banyak memaparkan kerja advokasi dari PATTIRO Surakarta dalam hal Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintah Kota. Input, proses dan output kerja advokasi menjadi materi pertama yang disampaikan. Produk buku saku APBD dan poster APBD Kota Surakarta menjadi salah satu bentuk output advokasi yang dilakukan oleh PATTIRO Surakarta.

Sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan mengenai FKKP Kota Surakarta, yang merupakan forum komunikasi dari para kader posyandu di tingkat Kota Surakarta. FKKP dibentuk hasil dari pemberdayaan dan advokasi PATTIRO Surakarta di tahun 2008.  Pertanyaan-pertanyaan in-depth muncul dari para tamu menyoal kerja-kerja Posyandu, dan jawaban yang mereka peroleh langsung dari cerita para anggota FKKP membuat mereka sangat kagum dan tertarik dengan kerja kerelawanan dari para kader Posyandu kita. Soal kematian maternal, gizi kurang dan pelayanan puskemas hingga kerja posyandu menjadi hal yang paling menarik dibahas sepanjang berjalannya diskusi.

Malam harinya kami makan malam bersama sekaligus diskusi bersama stakeholder, anggota DPRD Kota Surakarta dengan topik pembicaraan masih erat kaitannya tentang pelayanan kesehatan ibu dan anak.  Tidak berhenti sampai dengan disini, karena kunjungan dari tim Harvard masih dilanjutkan hingga hari Jumat (23/8) untuk langsung mengunjungi lokasi pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Kantor Dinas Kesehatan Kota Surakarta serta salah satu titik lokasi Pos Layanan Terpadu (Posyandu) di Kota Surakarta. Mereka dari tim Harvard berkeinginan melihat langsung kondisi pelayanan dan ingin dapat langsung berbincang dengan para pengguna layanan, penyedia layanan dan penyelenggara pelayanan kesehatan di Kota Surakarta.

Jumat pagi (23/8) di Kantor Dinas Kesehatan Kota Surakarta, kami berdikusi langsung dengan bagian Promosi Kesehatan. Ibu Artathy Mulatsih dari bagian Promosi Kesehatan banyak memberikan gambaran bagi Tim Harvard terkait pelayanan kesehatan dan model komunikasi antara pemerintah kota dan para relawan kader kesehatan di lingkungan masyarakat Kota Surakarta serta pengolaan pengaduan di layanan kesehatan Kota Surakarta yang banyak ditangani oleh Bidang Promosi Kesehatan dan unit layanan kesehatan langsung, seperti puskesmas dan puskesmas pembantu di Kota Surakarta.

Kunjungan berlanjut menuju Puskesmas Gajahan, kami disana banyak menemani tim Harvard untuk menelusuri tiap ruang pelayanan, melihat langsung prosedur dan sikap pelayanan petugas kesehatan disana dan berbincang langsung dengan para pengguna layanan disana. Ketertarikan tim Havard terhadap posyandu, membuat mereka ingin melihat langsung datang ke lokasi pelaksanaan posyandu di masyarakat dan bertemu dengan para kader posyandunya.

Foto-2_HarvardPosyandu Mawar Indah, Pajang Laweyan menjadi salah satu lokasi yang kami ambil sebagai sampel. Arah diskusi juga masih sama seperti in-depth yang dipertanyakan di Kantor PATTIRO Surakarta mengenai peran dan kerja-kerja Posyandu. Selain itu juga lebih mendetail mengenai regenerasi kader posyandu, pengelolaan anggaran posyandu, dari harapan para kader posyandu terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak yang perlu dilakukan oleh pemerintah.

Jumat merupakan hari terakhir jadwal kunjungan Tim Havard di Indonesia, khususnya di PATTIRO Surakarta beserta para stakeholdernya. Kedatangan mereka di Indonesia tentu tidak disia-siakan begitu saja, usai seluruh agenda kunjungan lapangan terselesaikan dan terpenuhi kebutuhan pengetahuan akan implementasi dan kebijakan pelayanan kesehatan di Indonesia, rombongan tim Havard menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kampung Batik Laweyan. Mereka senang sekali dapat berbelanja batik yang merupakan ke-khasan Indonesia sekaligus dapat melihat langsung proses pembuatan batik tulis di Kampung Batik Laweyan ini, serta menikmati jalan-jalan gang sempit khas perkampungan Batik Laweyan Surakarta.

Tim Harvard sangat terkesan dengan seluruh rangkaian acara yang disusun oleh PATTIRO Surakarta, selain itu mereka telah puas dengan seluruh informasi yang berhasil mereka gali. Setelah kepulangan mereka di negaranya, tentu saja mereka akan menindaklajuti hasil temuan mereka disini dan berharap dapat segera kembali datang ke Indonesia pada umumnya dan Kota Surakarta pada khususnya.

Oleh Tiyas Nur Haryani 

Tiyas Nur Haryani

Kelahiran Karanganyar 2 Oktober 1989. Menyukai dunia literasi yang kemudian membawa artikelnya kerap muncul pada harian Lokal maupun Nasional. Menyelesaikan S1 Ilmu Administrasi Negara FISIP UNS pada tahun 2011, dan saat ini sedang melanjutkan studi S2 di Magister Administrasi Publik di kampus yang sama.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *