Becak Purwosari Membuat Paguyuban

Beberapa minggu yang lalu puluhan tukang becak yang biasa beroperasi di luar stasiun kereta api Purwosari Surakarta mengadakan audiensi ke Dinas Perhubungan dan Balaikota Surakarta. Dalam audiensi tersebut mereka mempertanyakan dan menuntut halte bus Batik Solo Trans (BST) di depan stasiun Purwosari dipindahkan ke tempat yang direncanakan semula, yakni di pembatas jalur lambat, bukan diatas trotoar. (Suara Merdeka CyberNews 23 Mei 2010). Mereka berpikiran bahwa jika halte tersebut di atas trotoar jalur tersebut lalu lintas akan semakin ruwet. Karena di tempat tersebut juga merupakan pangkalan bagi beberapa pedagang kaki lima (PKL).

Dan akhirnya Walikota Surakarta menemui sendiri tukang becak tersebut dan memindahkan halte tersebut ke tempat yang direncanakan semula.

Dan oleh karena itu, kemarin puluhan tukang becak datang ke Sekretariat Pattiro Surakarta untuk membentuk paguyuban becak. Keinginan tersebut dilandasi oleh pengalaman sebelumnya karena ke depannya permasalahan-permasalahan yang menghadang becak masih akan banyak.
Setyo Dwi H. dari Pattiro Surakarta juga berharap bahwa ke depan paguyuban ini bisa menguatkan diri, karena kedepan ketika ada pelaksaan perencanaan kota, para pengemudi becak ini bisa dilihat oleh pemerintah kota sebagai bagian dari masyarakat juga. Karena stasiun Purwosari akan menjadi pintu masuk utama kota Surakarta, dia juga berharap, becak juga perlu mempersiapkan diri untuk hal tersebut, antara lain penguatan kapasitas sehingga mampu untuk melihat kebijakan-kebijakan yang ada.

Akhirnya disepakati nama paguyuban untuk pengemudi becak Purwosari tersebut adalah Paguyuban Jasakarya. Sebagai Ketua adalah Bapak Eko, Sekretaris Bapak Ngadino, dan Bendahara adalah Bapak Randiman. Dengan anggota yang terdata kurang lebih 40 orang mereka merancang program ke depan. Antara lain program yang mereka rencanakan adalah pembuatan Kartu Tanda Anggota, dan juga deklarasi.

Sardi yang merupakan salah seorang anggota dari Forum Komunikasi Keluarga Becak Surakarta berharap nantinya paguyuban ini bisa juga menjadi wadah bagi pengemudi becak maupun keluarga yang notabene adalah keluarga miskin untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Irfan

Bergabung dengan PATTIRO Surakarta sejak 2009 sebagai Staff IT. Tugas utamanya adalah mengelola keberadaan situs PATTIRO Surakarta ini. Blog pribadinya adalah http://irfanhanafi.web.id.

You may also like...

5 Responses

  1. nn says:

    hal ini patut kita acungi jempol. para tukang becak yang kehidupannya amat susah saja bersemangat membentuk organisasi. kenapa masyarakat yang terpelajar, apalagi sudah bisa duduk di bangku kuliah enggan untuk aktif berorganisasi.
    tunjukkan semangat muda kalaian

  2. mocil says:

    mantab,sip.wah pgn ktmu bpk ini.gmn caranya ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *