Aliansi Perempuan Menggugat

Hari Minggu, 19 Mei 2013, Aliansi Perempuan Menggugat yang merupakan gabungan dari beberapa elemen di Kota Surakarta yakni ASPPUK JAWA, WKRI, PATTIRO Surakarta, ATMA, YAPHI, SpekHAM,Kaukus Perempuan Surakarta, Jejer Wadon melakukan aksi di Car Free Day dari Perempatan Gendengan ke Bundaran Gladag.

Berikut adalah pernyataan sikap dari Aliansi Perempuan Menggunggat tersebut:

Sungguh mirisnya jika kita melihat fenomena yang terjadi di negara ini. Di saat rakyat ditempa berbagai kesulitan hidup ternyata banyak para pejabat yang melakukan korupsi uang rakyat dengan santainya. Korupsi semakin terencana dan terorganisir rapi sulit terendus oleh para penegak hukum. Bahkan ketika ada pelaku korupsi sederet perempuan dibelakangnya dijadikan objek pemberlakuan ketidakadilan terhadap mereka, entah itu disadari ataupun tidak oleh perempuan sendiri. 

Indonesia sudah menandatangani hak Ekosob sebagai salah satu negara anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Banyak hak rakyat yang seharusnya dipenuhi oleh negara. Misalnya saja Hak ekosob dalam pendidikan itu menjamin adanya ketersediaan (SDM, dana infrastruktur), Akses  (tidak diskriminasi), Keberterimaan (kelayakan  yang disajikan), Adaptibilitas (kemampuan menjawab tantangan zaman).

Akan tetapi realitanya dilapangan banyak sekolah rusak dan tidak layak pakai.  Rendahnya kualitas moral (baca: semangat dan motivasi) guru. Rendahnya capaian akademis siswa. Masih tingginya angka putus sekolah di banyak daerah. Masih banyaknya anak usia sekolah yang belum menikmati pendidikan formal. Ini baru dunia pendidikan belum yang lainnya.

Di sisi lain belum ada kejelasan kapan pastinya kenaikan harga BBM saja harga-harga kebutuhan pokok sudah melejit. Entah itu sayuran, bahan pokok penyaji hidangan, makanan pokok dll. Bahkan akhir-akhir ini gas elpiji di Solo dan sekitarnya sudah mulai susah dicari karena kemungkinan ditimbun oleh para pelaku pemanfaatan momentum kenaikan harga BBM.

Penaikan harga BBM selalu berdampak terhadap penurunan tingkat kesejahteraan rakyat, bahkan memberikan kontribusi dalam pemiskinan rakyat. Penaikan BBM memicu kenaikan inflasi, akibatnya harga kebutuhan pokok juga ikut naik. Masyarakat miskin semakin tidak mampu menjangkau harga-harga yang semakin melambung tinggi, proses pemiskinan akan terus terjadi. Kelompok yang sebelumnya masuk dalam kategori rentan miskin akan menjadi miskin.

Bagaimana nanti masyarakat akan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya? Maka ujung-ujungnya berbagai persoalan diatas tentu juga akan berdampak kepada masayarakat khususnya kaum perempuan. Apakah kita sebagai warga negara hanya akan diam saja? Untuk itu kami “Aliansi Perempuan Menggungat” menuntut:

  1. Adanya Peneggakan Supremasi Hukum
  2. Pemenuhan Hak Ekonomi Sosial Budaya (Ekosob) dalam bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, budaya oleh Negara.
  3. Adanya pemberantasan korupsi.
  4. Penegakan perlidungan pada perempuan & anak korban kekerasan.

Oleh : Sulatri – SE PATTIRO Surakarta

Rokhmad Munawir

lebih lanjut tentang beliau sila kunjungi blog pribadinya di Rerasan dari Dusun

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *