<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Budaya KKN di Indonesia (Dari Pejabat hingga Rakyat)</title>
	<atom:link href="http://soloraya.net/2010/02/budaya-kkn-di-indonesia-dari-pejabat-hingga-rakyat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://soloraya.net/2010/02/budaya-kkn-di-indonesia-dari-pejabat-hingga-rakyat/</link>
	<description>Mewujudkan Masyarakat Yang Sadar Akan Hak Dan Kewajiban Bernegara Menuju Tatanan Berkeadilan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2010 19:01:37 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=5396</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: latri</title>
		<link>http://soloraya.net/2010/02/budaya-kkn-di-indonesia-dari-pejabat-hingga-rakyat/comment-page-1/#comment-495</link>
		<dc:creator>latri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 03:05:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://soloraya.net/?p=745#comment-495</guid>
		<description>makasih, makasih komentarnya. selajutnya ayo kita tunjukkan kreatifitas untuk membangun negeri ini lebih baik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih, makasih komentarnya. selajutnya ayo kita tunjukkan kreatifitas untuk membangun negeri ini lebih baik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irfan</title>
		<link>http://soloraya.net/2010/02/budaya-kkn-di-indonesia-dari-pejabat-hingga-rakyat/comment-page-1/#comment-429</link>
		<dc:creator>Irfan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 04:22:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://soloraya.net/?p=745#comment-429</guid>
		<description>dalam konteksnya bukan menyalahkan, hanya saja KKN itu kemudian seakan-akan telah menjadi budaya &#039;biasa&#039; bagi masyarakat Indonesia.
urusan perut dan bawah perut itulah yg sejak jaman dahulu kala menjadi masalah. bukan hanya dalam konteks KKN kayaknya mas..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dalam konteksnya bukan menyalahkan, hanya saja KKN itu kemudian seakan-akan telah menjadi budaya &#8216;biasa&#8217; bagi masyarakat Indonesia.<br />
urusan perut dan bawah perut itulah yg sejak jaman dahulu kala menjadi masalah. bukan hanya dalam konteks KKN kayaknya mas..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ciwir</title>
		<link>http://soloraya.net/2010/02/budaya-kkn-di-indonesia-dari-pejabat-hingga-rakyat/comment-page-1/#comment-428</link>
		<dc:creator>ciwir</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 03:58:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://soloraya.net/?p=745#comment-428</guid>
		<description>rakyat tidak bisa disalahkan dalam agenda KKN terutama korupsi tsb, pemimpin negara ini telah memberikan contoh dan tuntunan yang luar biasa dalam berkorupsi kemudian melakukan konspirasi penyelamatan terhadap hasil korupsi.

dan ternyata itu semua adalah berawal dari urusan perut dan bawah perut :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>rakyat tidak bisa disalahkan dalam agenda KKN terutama korupsi tsb, pemimpin negara ini telah memberikan contoh dan tuntunan yang luar biasa dalam berkorupsi kemudian melakukan konspirasi penyelamatan terhadap hasil korupsi.</p>
<p>dan ternyata itu semua adalah berawal dari urusan perut dan bawah perut <img src='http://soloraya.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irfan</title>
		<link>http://soloraya.net/2010/02/budaya-kkn-di-indonesia-dari-pejabat-hingga-rakyat/comment-page-1/#comment-427</link>
		<dc:creator>Irfan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 19:49:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://soloraya.net/?p=745#comment-427</guid>
		<description>menurut saya pribadi, kkn ataupun apapun namanya memang harus diberantas. tidak semata-mata atas nilai professionalitas kita bisa bebas mengangkat seseorang menjadi apa, namun ada aturannya.
bila juga KKN merupakan produk barat, itu hanyalah sebuah istilah. 
sedangkan kalau pangkat anggowo rejeki, menurut saya beda konteksnya.
CMIIW.. ;-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya pribadi, kkn ataupun apapun namanya memang harus diberantas. tidak semata-mata atas nilai professionalitas kita bisa bebas mengangkat seseorang menjadi apa, namun ada aturannya.<br />
bila juga KKN merupakan produk barat, itu hanyalah sebuah istilah.<br />
sedangkan kalau pangkat anggowo rejeki, menurut saya beda konteksnya.<br />
CMIIW.. <img src='http://soloraya.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mohammad Dawoed</title>
		<link>http://soloraya.net/2010/02/budaya-kkn-di-indonesia-dari-pejabat-hingga-rakyat/comment-page-1/#comment-425</link>
		<dc:creator>Mohammad Dawoed</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 03:50:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://soloraya.net/?p=745#comment-425</guid>
		<description>Menurut hemat saya KKN itu kan produk barat, dalam istilah jawa tidak dikenal yang namanya korupsi, kolusi dan nepotisme. Yang dikenal adalah derajat, pengkat anggowo rejeki. Bagi orang jawa dan juga bangsa Indonesia semuanya, budaya derajat, pangkat anggowo rejeki merupakan karunia alam dan warisan leluhur yang tidak bisa dibuang begitu saja.
Coba to mbak Lastri pikir, mana bisa budaya barat dengan mudahnya menyingkirkan budaya nasiobal - hanya dengan slogan reformasi tahun 1998.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut hemat saya KKN itu kan produk barat, dalam istilah jawa tidak dikenal yang namanya korupsi, kolusi dan nepotisme. Yang dikenal adalah derajat, pengkat anggowo rejeki. Bagi orang jawa dan juga bangsa Indonesia semuanya, budaya derajat, pangkat anggowo rejeki merupakan karunia alam dan warisan leluhur yang tidak bisa dibuang begitu saja.<br />
Coba to mbak Lastri pikir, mana bisa budaya barat dengan mudahnya menyingkirkan budaya nasiobal &#8211; hanya dengan slogan reformasi tahun 1998.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
